Warner Bros Kembangkan Film Animasi Terbaru The Powerpuff Girls

Share

Tiga pahlawan cilik ikonik yang bertugas menjaga kota Townsville bersiap untuk kembali beraksi di layar lebar.

Proyek film animasi terbaru The Powerpuff Girls saat ini tengah masuk dalam tahap pengembangan awal di bawah payung Warner Bros. Pictures Animation.

Informasi tersebut dibagikan langsung oleh pihak studio dalam rangkaian acara Annecy International Animation Film Festival yang sedang berlangsung di Prancis, seperti dilansir dari Detikcom.

Meskipun kabar ini disambut antusias oleh para pencinta sinema, perwakilan internal studio menegaskan bahwa proyek tersebut masih berada dalam fase yang sangat awal.

Hingga saat ini, belum ada kesepakatan resmi yang ditandatangani secara hukum oleh pihak-pihak terkait.

Proyek ini juga belum mendapatkan lampu hijau final untuk segera diproduksi secara massal.

Akibatnya, detail mengenai alur cerita, jajaran pengisi suara, hingga perkiraan tanggal perilisan masih disimpan rapat-rapat oleh pihak manajemen.

Sinema ini diangkat dari serial klasik Cartoon Network yang legendaris mengenai kisah tiga anak perempuan usia taman kanak-kanak berkekuatan super.

Mereka diciptakan oleh seorang ilmuwan bernama Profesor Utonium melalui eksperimen menggunakan campuran gula, bumbu, dan segala hal yang indah.

Namun, ramuan tersebut berubah drastis ketika sang profesor secara tidak sengaja menumpahkan bahan kimia misterius bernama Chemical X.

Insiden itu melahirkan trio Blossom, Bubbles, dan Buttercup, yang kemudian mendedikasikan hidup mereka untuk melawan monster serta penjahat demi melindungi kedamaian kota fiktif Townsville.

Serial orisinalnya yang diciptakan oleh Craig McCracken pertama kali mengudara pada 1998 dan sukses bertahan selama enam musim hingga berakhir pada 2005.

Waralaba ini sebelumnya pernah diadaptasi ke layar lebar oleh Warner Bros. lewat The Powerpuff Girls Movie pada 2002.

Sayangnya, film tersebut gagal di pasaran dengan hanya meraup pendapatan sebesar 16 juta dolar AS secara global, dari anggaran produksi yang mencapai 11 juta dolar AS.

Upaya untuk menghidupkan kembali waralaba ini sebenarnya bukan hal baru bagi pihak studio.

Pada tahun 2016, Cartoon Network sempat merilis versi reboot animasi yang berjalan selama tiga musim sebelum akhirnya selesai pada 2019.

Di samping itu, proyek adaptasi live-action versi dewasa sempat dikembangkan oleh saluran TV The CW pada tahun 2020 dengan menggandeng bintang seperti Dove Cameron, Chloe Bennet, dan Yana Perrault.

Namun, setelah sempat merampungkan proses syuting untuk episode pilot, proyek tersebut akhirnya resmi dibatalkan dan tidak pernah ditayangkan ke publik.

Langkah Warner Bros. Pictures Animation untuk kembali menggali potensi waralaba ini merupakan bagian dari strategi besar studio.

Mereka berencana memperkuat lini film animasi teatrikal mereka di jaringan bioskop global.

Proyek terdekat yang siap menyapa penonton adalah film animasi The Cat in the Hat yang dijadwalkan rilis pada November mendatang, dengan menghadirkan aktor Bill Hader sebagai pengisi suara karakter utamanya.

Selain itu, untuk kalender rilis tahun-tahun mendatang, Warner Bros. juga telah menyiapkan lini animasi ambisius lainnya.

Di antaranya adalah film Bad Fairies yang akan diisi suaranya oleh Cynthia Erivo, serta film komedi Natal Margie Claus yang dipimpin oleh Melissa McCarthy.

Ada pula adaptasi buku anak-anak populer karya Dr. Seuss berjudul Oh, the Places You'll Go! yang akan dimeriahkan oleh suara Ariana Grande dan Josh Gad.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author