Wamendagri Ajak Kepala Daerah Bangun Kemitraan Strategis
Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengajak seluruh kepala daerah di Indonesia untuk membangun kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung program Asta Cita. Ajakan tersebut disampaikan di Lapangan Tengah Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta, pada Rabu, 11 Juli, dilansir dari Detikcom.
Akhmad Wiyagus menilai kepala daerah memiliki peran krusial sebagai aktor utama sekaligus pengorari seluruh sumber daya pembangunan di wilayah masing-masing. Langkah tersebut memerlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, sektor swasta, akademisi, media, dan masyarakat luas.
"Keberhasilan pembangunan nasional ini sangat ditentukan oleh kemampuan kita untuk membangun kemitraan strategis yang dilandasi oleh visi yang sama, misi yang sama. Kemudian pembagian peranan yang jelas, kombinasi yang efektif, dan komitmen untuk mencapai hasil yang benar-benar terukur," kata Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus pada Kamis, 16 Juli 2026.
Guna mencapai efektivitas pembangunan tersebut, terdapat lima pilar kemitraan strategis yang menjadi panduan utama bagi para pemimpin daerah. Pilar tersebut mencakup kemitraan vertikal, kemitraan horizontal, kolaborasi dengan legislatif serta Forkopimda, hubungan dengan sektor swasta, hingga sinergi erat bersama media massa.
"Kemitraan strategis pada akhirnya bukan hanya tentang bekerja sama yang harus dipahami, tetapi tentang menciptakan nilai bersama, creative public value. Ukurannya juga bukan seberapa banyak nota kesepahaman yang ditanda tangan tetapi tidak prosesional, tetapi seberapa besar manfaatnya bagi rakyat, bagi masyarakat," ujar Akhmad Wiyagus.
Kementerian Dalam Negeri berkomitmen terus meningkatkan kapasitas kepemimpinan aparat sipil negara dari tingkat provinsi hingga desa agar lebih adaptif dan responsif menghadapi dinamika global yang kompleks. Program peningkatan kapasitas kepemimpinan ini diselenggarakan melalui Kursus Pemantapan Pemimpin Daerah di Lemhannas sebagai bentuk persiapan menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
"Di mana Asta Cita ini juga bukan hanya menjadi agenda pemerintah pusat, tetapi harus menjadi pedoman bagi seluruh pemerintah daerah, provinsi, kabupaten, dalam penyusunan RPJMD, kemudian RKPD, program perangkat daerah, hingga ke APBD," ungkap Akhmad Wiyagus.
Upacara pembukaan kegiatan kursus kepemimpinan ini juga dihadiri langsung oleh Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily, Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi Purnomo Yusgiantoro, dan Kepala BPSDM Sugeng Hariyono beserta para kepala daerah peserta.