Wali Kota San Miguel Amatitlan Meksiko Tewas Ditembak
Aksi penembakan mematikan menimpa seorang pejabat daerah di wilayah Meksiko selatan. Wali Kota San Miguel Amatitlan, Joel Bravo, dilaporkan tewas setelah menjadi korban serangan senjata api.
Aparat penegak hukum di negara bagian Oaxaca kini tengah melakukan investigasi mendalam terkait insiden tersebut. Seperti dikutip dari Detikcom, informasi mengenai peristiwa ini dirilis oleh kantor kejaksaan negara bagian Oaxaca pada Minggu (14/6/2026).
Pasukan keamanan setempat langsung bergerak cepat dengan menggelar operasi khusus untuk mengejar para pelaku penembakan. Korban yang memiliki nama lengkap Jose Angel Bravo Martinez ini mengembuskan napas terakhirnya setelah diserang di kawasan Mixteca.
Pihak kejaksaan menegaskan bahwa penanganan kasus ini masuk dalam kategori kejahatan berdampak tinggi. Oleh karena itu, penyelidikan formal segera dibuka guna mengusut tuntas perkara tersebut.
Insiden berdarah ini menambah panjang daftar kelam kekerasan terhadap kepala daerah di wilayah Oaxaca, mengingat kasus serupa juga menimpa wali kota lain pada bulan lalu. Tim forensik beserta penyidik negara bagian langsung diterjunkan ke lokasi kejadian guna mengumpulkan barang bukti dan mengevakuasi jenazah korban.
Dalam menjalankan proses hukum ini, kejaksaan setempat melakukan koordinasi intensif dengan pejabat keamanan di tingkat federal. Sejauh ini, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi mengenai motif di balik pembunuhan terhadap Joel Bravo.
Korban diketahui merupakan bagian dari koalisi partai oposisi, termasuk PAN (Partai Aksi Nasional). Fenomena kekerasan yang menyasar pejabat lokal masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Meksiko, terutama di kawasan pedesaan yang sering kali berada di bawah pengaruh kelompok kejahatan terorganisir.
Sebelumnya, peristiwa tragis juga merenggut nyawa Mario Hernandez Garcia, Wali Kota Santiago Amoltepec di Oaxaca. Beliau meninggal dunia dalam sebuah serangan bulan lalu yang turut menewaskan dua orang lainnya.
Berdasarkan data dari organisasi non-pemerintah Causa en Comun, tercatat minimal ada 60 politisi atau anggota parlemen yang menjadi korban pembunuhan berencana di negara tersebut sepanjang tahun lalu.