Pengadilan Italia Vonis Mantan CEO Aspi 12 Tahun Penjara

Share

Pengadilan Genoa di Italia menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada mantan CEO operator jalan tol Autostrade per l'Italia (Aspi), Giovanni Castellucci, pada Kamis (16/7/2026). Vonis tersebut diputuskan setelah Castellucci dinyatakan bersalah atas dakwaan pembunuhan karena kelalaian terkait ambruknya Jembatan Morandi pada 14 Agustus 2018 yang menewaskan 43 orang.

Bencana infrastruktur terburuk dalam sejarah modern Italia ini terjadi saat badai hujan di puncak musim liburan musim panas. Struktur jembatan sepanjang 210 meter runtuh dan mengakibatkan puluhan kendaraan terjun bebas dari ketinggian sekitar 45 meter.

Hakim Paolo Lepri membacakan putusan terhadap total 57 terdakwa setelah melalui proses hukum yang berlangsung hampir delapan tahun. Dalam sidang tersebut, majelis hakim menyatakan 32 terdakwa bersalah dengan hukuman bervariasi, sementara 25 lainnya dibebaskan atau perkaranya dinyatakan kedaluwarsa.

Daftar Vonis Terdakwa Utama Kasus Jembatan Morandi
Nama Terdakwa Jabatan/Instansi Vonis Penjara
Giovanni Castellucci Mantan CEO Aspi 12 Tahun
Michele Donferri Mitelli Pejabat Tinggi Jalan Tol / Mantan Kepala Pemeliharaan ASPI 11 Tahun
Paolo Berti Mantan Wakil Pimpinan / Nomor Dua Aspi 5,5 Tahun
Antonino Galatà Mantan CEO Spea (Firma Pemeliharaan) 5,5 Tahun
Mauro Coletta Mantan Pejabat Kementerian Transportasi 5 Tahun

Jaksa penuntut mengungkapkan bahwa pekerjaan pemeliharaan pada pilar nomor sembilan yang runtuh terus ditunda demi memaksimalkan keuntungan pemegang saham, meskipun tanda peringatan telah muncul. Sebaliknya, tim pembela berargumen bahwa keruntuhan dipicu oleh cacat desain kabel penahan berlapis beton sejak diresmikan pada 1967.

Terkait putusan hukum ini, pihak keluarga korban menyampaikan pandangan mereka atas keadilan yang telah berjalan. Komite Peringatan Korban Jembatan Morandi menilai hasil persidangan tingkat pertama ini memberikan harapan baru setelah penantian yang panjang.

"Saya sangat puas," ujar Emmanuel Diaz, salah satu keluarga korban yang kehilangan saudaranya, Henry, seperti dilansir dari BBC.

Meskipun vonis dinilai lebih ringan dari tuntutan jaksa, perwakilan keluarga korban menganggap hukuman terhadap mantan pimpinan operator jalan tol tersebut tetap bermakna penting.

"Kita perlu lebih memahami putusan tersebut; ada banyak terdakwa yang terlibat," kata juru bicara keluarga korban, Egle Possetti, yang kehilangan empat anggota keluarganya, sebagaimana dikutip dari The Guardian.

Tanggapan atas keputusan hakim juga disampaikan oleh kerabat korban lain yang hadir langsung di ruang sidang pengadilan Genoa.

"Hari ini kami akhirnya bisa mengatakan bahwa ada pihak yang bertanggung jawab atas kematian keluarga kami," tutur Michele Matti Altadonna, yang kehilangan saudara lak-lakinya.

Dia menambahkan bahwa perjuangan hukum demi anak-anak yang ditinggalkan korban akan terus berlanjut hingga tingkat Mahkamah Agung.

Sebelum vonis dijatuhkan, Direktur Utama Aspi saat ini, Arrigo Giana, menyampaikan permohonan maaf terbuka dan menegaskan komitmen manajemen baru untuk mencegah risiko serupa di masa depan. Namun, pernyataan tersebut tidak diterima dengan baik oleh seluruh pihak keluarga korban.

"Sayangnya, orang-orang ini tidak memiliki kepekaan dan rasa kemanusiaan," cetus Cesare, putra salah satu korban tewas bernama Andrea Cerulli.

Di sisi lain, tim kuasa hukum Giovanni Castellucci mengumumkan rencana untuk segera mengajukan banding karena menilai putusan hakim mengandung banyak kekeliruan.

"Penderitaan yang disebabkan oleh tragedi Genoa sangat besar dan layak dihormati. Tetapi beratnya peristiwa tersebut menuntut keadilan untuk tetap didasarkan pada tanggung jawab individu, bukan pencarian kambing hitam," tegas tim kuasa hukum Castellucci dalam pernyataan resminya.

Wali Kota Genoa, Silvia Salis, menyebut putusan ini sebagai langkah awal yang bersejarah untuk menetapkan penanggung jawab tragedi sejak 2018. Dampak dari kasus ini juga memicu pelepasan kepemilikan saham keluarga Benetton di Aspi kepada negara, sedangkan sisa struktur jembatan lama telah digantikan oleh Jembatan Genoa San Giorgio yang diresmikan sejak Agustus 2020.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author