Pengadilan Italia Vonis 32 Terdakwa Kasus Jembatan Morandi
Kasus runtuhnya Jembatan Morandi di Genoa yang menewaskan 43 orang memasuki babak baru setelah Pengadilan Genoa menjatuhkan total 32 hukuman penjara dengan akumulasi hampir dua abad pada Kamis (16/7/2026). Vonis tingkat pertama ini mengakhiri persidangan panjang selama empat tahun terhadap total 57 terdakwa.
Langkah hukum ini diambil setelah penyelidikan mendalam yang melibatkan 284 sidang, pemeriksaan terhadap 282 saksi, dan analisis dari empat ahli. Jaksa penuntut menuduh para mantan manajer Autostrade per l'Italia (Aspi) dan anak perusahaannya, Spea, sengaja menghemat biaya perawatan demi mengejar keuntungan dan dividen anggota.
Dari puluhan terdakwa, hakim menjatuhkan hukuman 11 tahun kepada mantan petinggi Aspi Michele Donferri Mitelli, serta masing-masing 5 tahun 6 bulan untuk mantan wakil ketua Aspi Paolo Berti dan mantan CEO Spea Antonino Galatà. Sementara itu, mantan direktur pengawasan Kementerian Infrastruktur Mauro Coletta dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.
Mantan CEO Aspi Giovanni Castellucci yang menjadi terdakwa utama dijatuhi hukuman 12 tahun penjara karena kelalaian fatal. Sebelum pembacaan vonis, Castellucci yang saat ini sedang menjalani hukuman penjara lain terkait kecelakaan bus Acqualonga sempat menyampaikan pembelaannya.
"bertanggung jawab, tetapi tidak bersalah," ujar Giovanni Castellucci, Mantan CEO Aspi.
Pihak pembela Castellucci menegaskan bahwa putusan tingkat pertama ini belum menjadi keputusan akhir dari perjuangan hukum mereka.
"Persidangan belum berakhir di sini." kata Castellucci, sang pengacara.
Kuasa hukum Castellucci, Giovanni Paolo, juga menyatakan kekecewaannya atas keputusan hakim yang dianggap tidak adil bagi kliennya.
"Kami mencari pelakunya tetapi bukan kesalahannya.Castellucci dinyatakan bersalah tanpa terbukti bersalah. Satu-satunya kesalahannya adalah tidak bersalah,” kata Giovanni Paolo, Pengacara Mantan CEO Aspi.
Giovanni Paolo memastikan bahwa tim hukum akan mengambil langkah hukum lanjutan untuk membuktikan bahwa kliennya tidak bersalah.
“Kami akan terus memperjuangkan ketidakbersalahannya,” tambah Giovanni Paolo, Pengacara Mantan CEO Aspi.
Pihak pengacara sangat optimistis bahwa pengadilan di tingkat yang lebih tinggi akan memperbaiki putusan keliru ini.
“dan kami yakin bahwa banding akan memperbaiki terhadap apa yang kami yakini sebagai sebuah kesalahan." pungkas Giovanni Paolo, Pengacara Mantan CEO Aspi.
Pemerintah Italia turut memberikan tanggapan resmi mengenai hasil persidangan dari salah satu bencana infrastruktur terburuk dalam sejarah modern negara tersebut.
"Putusan hari ini menandai langkah penting dalam pencarian kebenaran dan keadilan atas tragedi Jembatan Morandi. Tidak ada keputusan yang dapat mengembalikan 43 nyawa yang hilang atau meringankan penderitaan keluarga mereka, kepada siapa sekali lagi saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya. Runtuhnya jembatan bukanlah sebuah kecelakaan fatal, melainkan akibat dari kesalahan dan kelalaian serius dari pihak yang memiliki kewajiban untuk memastikan keselamatan. Sudah tepat bahwa tanggung jawab akhirnya telah ditetapkan." kata Edoardo Rixi, Wakil Menteri Infrastruktur dan Transportasi.
Kendati demikian, kementerian menyayangkan lamanya waktu yang dibutuhkan oleh sistem peradilan untuk menyelesaikan kasus ini di tingkat pertama.
"Namun, masih ada satu pertimbangan yang tidak dapat kita abaikan," sambung Edoardo Rixi, Wakil Menteri Infrastruktur dan Transportasi.
Menurutnya, proses hukum yang memakan waktu hingga delapan tahun merupakan masa penantian yang sangat menyiksa bagi para keluarga korban.
"kita berharap proses peradilan dapat berjalan lebih cepat. Delapan tahun untuk mencapai putusan pengadilan tingkat pertama adalah waktu yang sangat lama, terutama bagi mereka yang telah menunggu keadilan sambil hidup sehari-hari dengan rasa sakit yang tak pernah reda. Sekarang saatnya untuk menatap masa depan," jelas Edoardo Rixi, Wakil Menteri Infrastruktur dan Transportasi.
Edoardo Rixi menegaskan bahwa investasi besar dalam aspek keselamatan infrastruktur harus terus berjalan demi mencegah kejadian serupa terulang.
"Untuk mengenang para korban, kita memiliki kewajiban untuk terus berinvestasi dalam keamanan infrastruktur kita, agar tragedi seperti pada 14 Agustus 2018 tidak pernah terjadi lagi." tutup Edoardo Rixi, Wakil Menteri Infrastruktur dan Transportasi.
Sementara itu, perwakilan dari keluarga korban yang hadir langsung di persidangan bersama Wali Kota Genoa Silvia Salis memberikan komentar yang lebih berhati-hati atas hasil akhir ini.
"Kami bukan pengacara dan tidak dapat berkomentar. Hukuman 12 tahun dapat diterima, tetapi kami perlu memahami semua hal lainnya karena ada begitu banyak terdakwa," komentar Egle Possetti, Presiden Komite Peringatan Para Korban Tragedi Jembatan Morandi.