UNSRI dan RSMH Palembang Kembangkan Inovasi Smart Hospital Berbasis AI

Share

Universitas Sriwijaya (UNSRI) berkolaborasi dengan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang dalam mengembangkan teknologi kesehatan. Kerja sama ini berfokus pada implementasi inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT).

Dikutip dari Detikcom, langkah ini merupakan bagian dari proses hilirisasi riset perguruan tinggi. Tujuannya adalah untuk mewujudkan konsep rumah sakit cerdas atau smart hospital.

Sinergi ini menindaklanjuti keberhasilan uji coba perangkat Smart Health buatan tim peneliti Fakultas Ilmu Komputer UNSRI, mahasiswa, serta alumni doktoral. Alat tersebut mampu memeriksa enam parameter kesehatan secara otomatis.

Parameter yang diperiksa mencakup saturasi oksigen, denyut jantung, tekanan darah, suhu tubuh, tinggi badan, dan berat badan. Seluruh data pemeriksaan langsung terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).

Melalui mekanisme Single Sign-On (SSO), tenaga medis dapat memperoleh informasi pasien secara real-time. Proses pencatatan manual pun tidak lagi diperlukan dalam sistem ini.

Kasubdit Alumni UNSRI, Prof. Ir. Deris Stiawan, Ph.D., menjelaskan bahwa pengembangan teknologi ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak di kampus. Alumni, dosen, dan mahasiswa memiliki peran spesifik masing-masing.

"Alumni Doktoral berperan sebagai arsitek sistem dan konseptor arsitektur dengan memastikan teknologi yang dibangun memenuhi standar yang ketat, Dosen Pengarah menjadi motor penggerak riset (R&D) sekaligus menjembatani regulasi antara dunia kampus terutama Lab Pendukung dan kebutuhan riil pihak rumah sakit, dan Mahasiswa menjadi kreator di balik layar yang merakit perangkat keras (hardware) dan memprogram perangkat lunak (software)," ungkap Deris dalam siaran press, Jumat (10/7/2026).

Hilirisasi hasil riset ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital pada layanan kesehatan. Selain itu, langkah ini diharapkan memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai pelopor smart hospital di Indonesia.

"Kehadiran alat ini sebagai hilirisasi nyata dari hasil penelitian yang menegaskan bahwa pihak RSMH sangat serius dalam mengadopsi teknologi lokal. Kolaborasi UNSRI dan RSMH ini membuktikan bahwa 'Wong Kito' mampu memimpin gerak maju smart hospital di Sumatera Selatan," jelasnya.

Direktur Layanan Operasional RSMH, dr. Rahmadian, M.K.M., menyampaikan bahwa integrasi teknologi digital penting untuk mendongkrak mutu pelayanan. Kolaborasi yang berjalan selama dua tahun melalui kegiatan IMWORK-COMNETS menjadi fondasi transformasi digital ini.

Team Leader Smart Health, Adi Hermansyah, menyebutkan sistem ini menawarkan proteksi data melalui enkripsi. Keunggulan lainnya adalah meminimalkan kesalahan input data serta mempercepat pelayanan dokter di ruang konsultasi.

Selain Smart Health, tim riset COMNETS-SPCIES Fakultas Ilmu Komputer UNSRI memproduksi inovasi lain. Salah satunya adalah MEDRO (Medicine Delivery Robotics), yakni robot pengantar obat mandiri berbasis AI dengan sistem navigasi cerdas.

Ada juga sistem interkoneksi perangkat Intensive Care Unit (ICU) seperti ventilator dan monitor pasien dengan SIMRS. Sistem ini mengirimkan data klinis secara otomatis demi mendukung keputusan medis yang cepat.

Tim pengembang menerapkan mekanisme UDP Listener untuk menangkap data monitor pasien. Mereka juga mengonversi data standar HL7 ke format JSON agar terintegrasi dengan SIMRS melalui Application Programming Interface (API).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author