UNESCO Tetapkan Enam Situs Dunia Masuk Daftar Terancam Bahaya
Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkan enam situs warisan dunia ke dalam status terancam bahaya. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ancaman dari konflik bersenjata, krisis iklim, hingga proyek pembangunan yang tidak terkontrol. Keputusan tersebut disahkan dalam pertemuan Komite Warisan Dunia UNESCO di Busan, Korea Selatan.
Tiga dari enam kawasan ditetapkan secara darurat ke dalam Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya, yaitu Lanskap Migrasi Boma-Badingilo di Sudan Selatan, Kastil Gunung Amel di Lebanon, dan kawasan bersejarah Sebastia di Palestina. Seperti dilansir dari Detik Travel pada Selasa (4/8/2026), Lanskap Migrasi Boma-Badingilo menghadapi gangguan serius akibat maraknya perburuan komersial, perdagangan ilegal satwa, dan pembangunan proyek infrastruktur. Padahal, wilayah tersebut menjadi jalur migrasi mamalia darat paling masif di planet ini.
Eskalasi pertempuran di kawasan Timur Tengah turut memperburuk kondisi perlindungan benda cagar budaya. Kerusakan mengintai keberadaan lima Kastil Gunung Amel di Lebanon, meskipun situs ini telah memperoleh tingkat perlindungan khusus sejak November 2024 dari Komite Perlindungan Properti Budaya UNESCO dalam Kasus Konflik Bersenjata.
Kondisi memprihatinkan juga menimpa kota kuno Sebastia di Tepi Barat, Palestina. Kota yang menyimpan sejarah lebih dari tiga milenium dan diperkirakan sebagai bekas ibu kota Kerajaan Israel kuno tersebut terancam oleh konflik militer serta rencana pembangunan taman nasional Samaria (Shomron) yang berisiko membagi area bersejarah itu.
Situs Bersejarah Lain yang Terancam
Selain tiga lokasi tersebut, UNESCO mencatat tiga kawasan warisan dunia lain yang nilainya terancam mengalami penurunan drastis. Ketiganya adalah Kota Kuno Taurica Chersonese dan Chora-nya di Ukraina, Kota Dalam Bersejarah Paramaribo di Suriname, serta kota pelabuhan Tyre di Lebanon.
Jaminan keselamatan dan pengawasan terhadap Kota Kuno Taurica Chersonese sulit dipastikan akibat pendudukan yang dilakukan Federasi Rusia di wilayah Ukraina. Di Suriname, kawasan Kota Tua Bersejarah Paramaribo terus tergerak oleh berbagai proyek konstruksi yang berjalan tanpa melalui pengkajian dampak lingkungan terhadap cagar budaya.
UNESCO menyampaikan keprihatinan mendalam atas kecamuk permusuhan bersenjata yang belum mereda di Lebanon, sebab situasi tersebut menempatkan situs kuno Tyre dalam risiko kerusakan permanen. Pembahasan mengenai daftar kawasan terancam ini terus bergulir dalam sidang komite.