UEFA Menjatuhkan Sanksi kepada 14 Klub Sepak Bola Eropa
Dilansir dari Bola, sebanyak 14 klub yang berlaga di kompetisi Eropa dijatuhi sanksi oleh UEFA pada Selasa waktu setempat akibat melanggar regulasi keberlanjutan finansial. Hukuman ini diumumkan setelah badan pengendali keuangan merampungkan penilaian terhadap peserta. Pelanggaran yang ditemukan mencakup football earnings rule, squad cost rule, serta ketentuan pelaporan keuangan.
Proses evaluasi ini menggunakan akumulasi laporan keuangan tiga tahun periode yang berakhir pada 2023, 2024, dan 2025. Juventus dan Newcastle United menyepakati program penyelesaian selama tiga tahun demi mencapai kepatuhan penuh pada akhir musim 2028/2029. Kedua tim tersebut diwajibkan memenuhi target tahunan yang telah ditetapkan oleh UEFA.
Terkait sanksi denda aturan pendapatan, Juventus diwajibkan membayar 20 juta euro dengan 14 juta euro di antaranya bersifat bersyarat. Newcastle didenda 10 juta euro, termasuk 7 juta euro yang ditangguhkan bergantung kepatuhan masa depan.
Selain denda uang, pendaftaran pemain baru Juventus dan Newcastle ke List A kompetisi UEFA ikut dibatasi. Sanksi pembatasan pendaftaran tersebut terancam diperketat hingga berupa larangan tampil jika target tahunan kembali tidak terpenuhi. OGC Nice dan Santa Clara juga melanggar aturan pendapatan namun dinilai bersifat sementara oleh otoritas.
Nice didenda 2 juta euro, termasuk 1,7 juta euro bersyarat. Santa Clara menerima denda 1 juta euro dengan 850 ribu euro ditangguhkan.
Sementara itu, FC Astana dan FK Partizan masing-masing dikenai denda sebesar 100 ribu euro dan 200 ribu euro. Kedua klub tersebut menerima sanksi lebih ringan karena pelanggarannya dikategorikan tidak signifikan oleh UEFA. Pada kategori aturan biaya skuad, sembilan klub tercatat melampaui batas maksimal pengeluaran sebesar 70 persen dari pendapatan pada tahun 2025. Aturan ini membatasi pengeluaran untuk gaji pelatih, pemain, biaya transfer, serta komisi agen.
RC Strasbourg menerima denda terbesar dalam kategori biaya skuad ini, yaitu senilai 25 juta euro dengan 12 juta euro bersifat bersyarat. Aston Villa didenda 22,5 juta euro termasuk 15 juta euro yang ditangguhkan. Akibat pelanggaran signifikan tersebut, RC Strasbourg dan Aston Villa akan menghadapi pembatasan pendaftaran pemain baru pada musim 2026/2027.
Meski demikian, Aston Villa dan Chelsea dinilai menunjukkan tren perbaikan dibanding musim lalu. UEFA mendenda Fenerbahce 7 juta euro, Fiorentina 6 juta euro, serta Chelsea dan Newcastle masing-masing 3 juta euro. Sanksi denda Chelsea tersebut mencakup 2 juta euro yang bersifat bersyarat.
Nottingham Forest didenda 2,5 juta euro, AEK Athens 500 ribu euro, dan OGC Nice 450 ribu euro. Sementara itu, Bologna dan Napoli tidak dikenai denda karena kelebihan rasio diimbangi surplus pendapatan sepak bola.
Sanksi terakhir diberikan kepada FK Vardar Skopje berupa denda sebesar 250 ribu euro akibat menyerahkan informasi keuangan tidak lengkap. Klub asal Makedonia Utara ini terancam dikeluarkan jika mengulangi pelanggaran dalam tiga musim.