UEFA dan AFC Tolak Rencana FIFA Jual Hak Komersial Piala Dunia

Share

Rencana Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta mendapat penolakan keras dari Uni Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Gelombang penentangan tersebut mengancam keberlangsungan proyek bernilai miliaran dolar AS yang digagas oleh Presiden FIFA Gianni Infantino. FIFA meluncurkan skema pembentukan anak perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) untuk mengelola seluruh kegiatan komersial, termasuk hak siar televisi, sponsor, hingga penjualan tiket Piala Dunia pria dan wanita.

Melalui FFE, FIFA berencana menjual hingga 20 persen saham kepada investor luar guna mengincar dana segar sebesar 4,2 miliar dolar AS dari total estimasi nilai perusahaan yang mencapai 20 miliar dolar AS.

Meskipun FIFA menegaskan kendali penuh atas aturan main dan jadwal turnamen tetap berada di tangannya, langkah ini memicu ancaman boikot dari UEFA yang membawahi 55 asosiasi anggota. "UEFA menolak usulan FIFA secara bulat dan tegas," tulis pernyataan resmi UEFA melalui akun X resminya.

Sikap keras tersebut ditegaskan kembali oleh induk organisasi sepak bola Eropa tersebut dalam pertemuan darurat. "Selama usulan ini tetap ada di atas meja, tidak akan ada tim nasional UEFA yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA," tegas UEFA.

UEFA menambahkan penegasan mengenai prinsip dasar penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. "Piala Dunia tidak dapat dilihat sebagai produk investasi. Piala Dunia tidak untuk dijual," kata UEFA. Penolakan dari kawasan Asia disampaikan langsung oleh Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa melalui surat resmi kepada 47 federasi anggotanya pada 30 Juli 2026.

Salman menyatakan pihaknya sangat cemas dan kecewa karena tidak diajak berkonsultasi sebelum rencana FFE diumumkan ke publik pada 28 Juli 2026.

Ia menilai tindakan sepihak FIFA berpotensi merusak fondasi persatuan dan transparansi antarorganisasi sepak bola. Salman pun meminta seluruh anggota AFC untuk menahan diri dan tidak mengambil keputusan apapun terkait penawaran dana bantuan khusus FIFA hingga proses analisis hukum dan finansial selesai dilakukan. Penolakan terhadap rencana komersialisasi ini juga meluas hingga ke panggung politik Jerman, di mana politikus Partai Sosial Demokrat (SPD) Sascha Binder mendesak Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) melarang Gianni Infantino memasuki seluruh stadion di negara tersebut.

"Puncak dari serangkaian kesalahan dan keputusan buruk adalah usulan Infantino untuk menjual hak komersial Piala Dunia kepada investor," tulis Sascha Binder dalam suratnya kepada DFB yang dilansir surat kabar BILD.

Binder menilai langkah simbolis tersebut diperlukan untuk melindungi olahraga dari komersialisasi berlebihan. "Sebagai pesan simbolis, saya meminta Anda untuk memberlakukan larangan stadion di seluruh klub sepak bola Jerman bagi Gianni Infantino. Ini akan memperjelas bahwa klub dan DFB tidak lagi membiarkan orang-orang yang bertindak hanya demi kepentingan lain merusak sepak bola," ujar Sascha Binder.

Menanggapi gelombang kritik yang datang dari UEFA, AFC, CONCACAF, hingga persatuan pemain FIFPro, Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan klarifikasi melalui rekaman video resmi. Infantino menegaskan bahwa pembentukan FFE bukanlah sebuah keputusan final yang memikat atau wajib diikuti oleh seluruh anggota.

"FIFA Forward Enterprise sebenarnya adalah sebuah usulan, sebuah penawaran," kata Gianni Infantino. Ia menyebut proposal tersebut sebagai bagian dari proses terbuka untuk meningkatkan anggaran pengembangan sepak bola global hingga melebihi 10 miliar dolar AS. "Ini adalah bagian dari proses demokratis.

Ini adalah sebuah peluang, bukan keharusan. Kami merasa memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan usulan ini dan kami dengan senang hati berbicara dengan semua pihak mengenai hal ini," ujar Gianni Infantino.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author