Turki Dukung Aliansi Pertahanan Maritim Bentukan Arab Saudi
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam aksi serangan kelompok pemberontak Houthi terhadap sejumlah kapal komersial di wilayah perairan Laut Merah. Penegasan tersebut disampaikan Erdogan saat berkomunikasi melalui sambungan telepon bersama Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada Senin (3/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Dukungan penuh diberikan pemerintah Turki atas langkah taktis yang diambil Riyadh dalam menjaga kestabilan navigasi. Selain membahas situasi keamanan kawasan, dialog bilateral kedua pemimpin negara tersebut turut mencakup upaya penguatan kerja sama di berbagai bidang strategis.
"Beliau juga menyambut baik pembentukan aliansi pertahanan maritim multinasional yang dipimpin Saudi dan mendoakan keberhasilannya dalam mencapai tujuannya," lapor kantor berita resmi Saudi, Saudi Press Agency (SPA).
Inisiatif pembentukan koalisi keamanan laut ini sebelumnya telah diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Arab Saudi pascabencana blokade maritim yang dilancarkan kelompok Houthi sejak 20 Juli lalu. Langkah pertahanan internasional ini dirancang guna mengamankan jalur pelayaran vital global, melingkupi kawasan Laut Merah, Selat Bab el-Mandeb, hingga Teluk Aden dari ancaman penyerangan kapal.
Pengumuman pembentukan koalisi tersebut menyusul pertemuan tingkat tinggi di Riyadh pada Kamis (30/7/2026) yang menghadirkan perwakilan 43 negara serta Uni Eropa. Hingga saat ini, sebanyak 14 negara termasuk Kuwait, Bahrain, Qatar, Turki, Pakistan, Yordania, Mesir, Sudan, Somalia, Djibouti, dan Bangladesh telah menandatangani deklarasi bersama untuk mendukung koalisi maritim tersebut.