Turis China Ambil Buffet Berlebihan di Malaysia Bikin Heboh
Unggahan staf dapur hotel di Malaysia mendadak viral di Threads setelah mengungkap perilaku sejumlah wisatawan asal China saat sarapan prasmanan. Kejadian tersebut membuat banyak tamu lokal kehabisan hidangan akibat pengambilan porsi yang berlebihan. Kondisi ini dilansir dari Detik Food memicu ribuan respons netizen yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa.
Banyak pengunjung mengeluhkan berkurangnya pilihan menu meski pihak dapur sudah memasak dalam jumlah besar. "Kami dari pihak dapur sudah berusaha semaksimal mungkin menyiapkan makanan. Maaf kepada tamu Malaysia yang datang untuk sarapan tetapi mendapati pilihan makanannya tinggal sedikit," tulis akun @isiluahan_hati.
Para wisatawan dilaporkan mengambil porsi dalam jumlah sangat banyak saat meja prasmanan baru dibuka. Hal ini mengakibatkan persediaan makanan habis jauh lebih cepat dari perkiraan manajemen hotel.
Selain masalah porsi, perhatian netizen juga tertuju pada besarnya potensi pemborosan makanan. Seorang pengunjung menyaksikan tamu menumpuk beragam sajian di atas piring namun membiarkannya begitu saja tanpa dihabiskan. "Mereka menumpuk makanan di piring, lalu meninggalkannya begitu saja. Akibatnya tamu lain tidak kebagian sarapan," tulis salah satu netizen.
Aspek kebersihan turut menjadi sorotan publik dalam penataan sarapan tersebut. Beberapa tamu kedapatan mengambil roti langsung menggunakan tangan padahal alat penjepit khusus telah disediakan. Guna meminimalkan potensi keluhan, seorang pekerja paruh waktu perhotelan menyebut sejumlah pengelola memilih memisahkan area makan untuk kelompok turis tertentu. Langkah ini dinilai efektif mempermudah kontrol pelayanan operational hotel.
"Lebih mudah ditangani dan menghindari kejadian yang tidak diinginkan jika mereka tidak digabung dengan tamu lain," ujarnya. Meski demikian, sejumlah pekerja perhotelan menegaskan bahwa perilaku kurang beretika saat menyantap hidangan prasmanan bisa dilakukan oleh wisatawan dari negara mana saja, sehingga tidak sepatutnya digeneralisasi. Di sisi lain, publik mempertanyakan kesiapan manajemen hotel dalam mengantisipasi lonjakan pengunjung. Peningkatan arus wisatawan China sebenarnya sudah dapat diprediksi seiring dimulainya kampanye Visit Malaysia 2026 yang didukung kebijakan bebas visa serta penambahan rute penerbangan.