Memahami Tulisan Arab Bismillahirrahmanirrahim yang Benar dan Keutamaannya
Mengucapkan lafaz Bismillahirrahmanirrahim menjadi kebiasaan sebagian besar umat Islam di dunia sebelum memulai suatu aktivitas. Namun, penulisan, arti mendalam, serta keutamaan lafaz ini masih belum diketahui secara luas oleh banyak orang.
Lafaz ini juga kerap dijumpai di awal ayat-ayat suci dalam berbagai surat Al-Qur’an. Tulisan Arab Bismillahirrahmanirrahim memiliki beberapa bentuk kaligrafi yang umum digunakan dalam masyarakat, seperti dilansir dari HaiBunda.
Lafaz ini memiliki beberapa variasi penulisan yang sering digunakan dalam teks keagamaan. Berikut adalah beberapa jenis penulisan lafaz tersebut:
1. Bismillahirrahmanirrahim dengan Harakat
ِبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
2. Bismillahirrahmanirrahim tanpa Harakat atau Arab Gundul
بسم الله الرحمن الرحيم
3. Bismillahirrahmanirrahim Bentuk Memanjang
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
4. Bismillahirrahmanirrahim Huruf Unicode
Arti Bismillahirrahmanirrahim
Lafaz Bismillahirrahmanirrahim terbagi menjadi tiga bagian kalimat, yaitu bismillah, arrahman, dan arrahim. Frasa bismillah dibentuk dari tiga kata, yakni bi yang berarti dengan, ismi atau asma yang berarti nama, serta Allah.
Melalui penggabungan tersebut, bismillah mengandung arti dengan nama Allah atau dengan menyebut nama Allah. Bagian berikutnya adalah arrahman yang bermakna sifat Allah Maha Pengasih, dan arrahim yang berarti Maha Penyayang.
Apabila diterjemahkan secara menyeluruh, lafaz Bismillahirrahmanirrahim memiliki arti dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Waktu Mengucapkan Bismillah
Pengucapan lafaz ini dapat dilakukan kapan saja karena mengandung makna mengingat dan memohon keridaan Allah SWT atas segala urusan. Lafaz ini juga menjadi pembuka surat Al-Fatihah yang wajib dibaca saat salat fardu maupun sunnah.
Meskipun dapat dilafalkan kapan saja, umat Islam hendaknya menghindari pengucapan bismillah saat hendak melakukan perbuatan haram. Hal ini karena meminta izin kepada Allah SWT untuk perbuatan maksiat tidak dibenarkan.
Selain itu, hukum membaca bismillah menjadi makruh ketika seseorang hendak melihat kemaluan istri atau melakukan wudhu menggunakan air gasab.
Keutamaan Membaca Bismillahirrahmanirrahim
Membaca lafaz ini mendatangkan beberapa keutamaan penting berdasarkan riwayat hadits, antara lain:
1. Kedekatan Allah dengan asma-Nya
Dalam tafsir Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas, Sayyidina Usman bertanya mengenai bismillah kepada Rasulullah yang kemudian dijawab:
“Itu (bismillah) adalah salah satu asma Allah. Jarak Allah dan asma-Nya yang maha besar itu hanya sebatas jarak hitam mata dan putih mata sakit dekatnya.”
2. Memperoleh keberkahan
Jabir bin Abdullah meriwayatkan bahwa saat ayat ini turun, awan bergerak ke timur, angin tenang, laut bergelombang, dan setan dilempari dari langit. Allah bersumpah bahwa sesuatu yang diawali dengan nama-Nya pasti mendapatkan keberkahan.
3. Perlindungan dari setan
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda:
“Seandainya salah seorang dari kalian mendatangi istrinya lalu membaca bismillah. Allahumma jannibnas syaithana wa jannibis syaithana ma razaqtana, niscaya jika ditakdirkan keturunan dari hubungan tersebut, setan tidak membahayakan anak itu selamanya.”
Hukum Membaca Basmalah Sebelum Baca Al-Qur'an
Para ulama fiqih memiliki lima pandangan berbeda mengenai hukum membaca basmalah sebelum membaca Al-Qur'an:
1. Wajib: Mayoritas ulama mazhab Syafi’i dan Hambali mewajibkan membaca basmalah di awal surat Al-Fatihah, khususnya saat salat, karena merupakan bagian dari ayat Al-Qur'an.
2. Sunnah: Jumhur ulama menyunnahkan membaca basmalah di awal surat selain surat At-Taubah. Sebagian ulama menilai khatam Al-Qur'an tidak sempurna tanpa basmalah di setiap awal surat.
3. Mubah: Membaca basmalah dihukumi boleh atau mubah apabila dibaca di tengah-tengah surat dalam Al-Qur’an berdasarkan pendapat jumhur ulama dan para qari.
4. Haram: Hukum membaca basmalah di awal surat At-Taubah adalah haram karena sejarah turunnya surat ini bertepatan dengan gugurnya kaum muslimin akibat pengkhianatan kaum musyrikin.
5. Makruh: Ulama qira’at, termasuk Ibnu Hajar dan Imam Ramli, menghukumi makruh membaca basmalah di tengah surat At-Taubah karena surat tersebut diturunkan tanpa basmalah.
Nabi yang Pertama Kali Mengucapkan dan Menulis Bismillah
Nabi Nuh AS tercatat sebagai nabi pertama yang mengucapkan lafaz Bismillahirrahmanirrahim saat hendak menaiki bahtera sebelum berlayar. Kisah ini tercantum dalam Al-Qur'an Surah Hud ayat 41:
وَقَالَ ارْكَبُوْا فِيْهَا بِسْمِ اللّٰهِ مَجْرٰ۪ىهَا وَمُرْسٰىهَا ۗاِنَّ REBBIّ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Artinya: "Dia (Nuh) berkata, 'Naiklah kamu semua ke dalamnya (bahtera) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'"
Sementara itu, Nabi Sulaiman AS merupakan nabi pertama yang menuliskan kalimat bismillahirrahmanirrahim sebagai pembuka surat. Kalimat tersebut ditulis dalam suratnya untuk Ratu Balqis yang diabadikan dalam Surah An-Naml ayat 30:
اِنَّهٗ مِنْ سُلَيْمٰنَ وَاِنَّهٗ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۙ
Artinya "Sesungguhnya (surat) itu berasal dari Sulaiman dan isinya, 'Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.'"
Surat tersebut dikategorikan oleh Ratu Balqis sebagai kitābun karīm atau surat yang mulia. Penggunaan kalimat basmalah ini menjadi salah satu alasan surat disampaikan dengan penuh kelembutan hingga akhirnya Ratu Balqis menyatakan keimanannya kepada Allah SWT.