Trump Tegaskan Persediaan Amunisi AS Melimpah dan Ancam Penjara Pengkritik

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa persediaan amunisi AS sangat besar dan mengancam akan menahan pihak yang dianggap membocorkan informasi terkait penipisan pasokan amunisi akibat perang melawan Iran, seperti dilansir dari Detikcom. Trump menyatakan di media sosial Truth Social bahwa AS memiliki stok amunisi dalam jumlah besar, khususnya untuk jenis tertentu, dan terus memproduksi serta mengirimkannya sesuai kebutuhan. "Amerika Serikat memiliki persediaan 'amunisi' dalam jumlah sangat besar, khususnya untuk jenis-jenis tertentu," ujar Trump tanpa merinci jenis amunisi tersebut.

Dia juga menegaskan bahwa perusahaan pertahanan membangun fasilitas produksi terbanyak dalam sejarah AS untuk memenuhi kebutuhan amunisi.

Trump mengecam "pembocor" yang menyebarkan laporan tentang penipisan amunisi dan mengancam akan menuntut hukuman penjara jangka panjang bagi mereka. "Para 'pembocor' yang melontarkan pernyataan yang berkhianat ini sedang diburu. Hukuman penjara jangka panjang akan dituntut (terhadap mereka)!" kata Trump.

Laporan media sebelumnya menyatakan bahwa militer AS telah menggunakan hampir 80 persen stok rudal pencegat dan separuh rudal Patriot sejak perang melawan Iran dimulai. Reuters menyebutkan bahwa sebagian besar persediaan rudal jarak jauh akurasi tinggi juga telah digunakan dalam perang lima bulan tersebut.

Jenis rudal yang dipakai termasuk Army Tactical Missile Systems dan Precision Strike Missiles yang hampir habis dipakai, menurut sumber Reuters. The Washington Post melaporkan bahwa kekurangan amunisi membuat Trump membatalkan serangan terbaru ke Iran, meskipun sempat mengancam akan menyerang Teheran dengan keras. Menanggapi laporan ini, Trump sebelumnya menyatakan bahwa AS memiliki amunisi jauh lebih banyak dibanding pihak lain dan produksi amunisi sedang meningkat ke tingkat rekor.

"Saat ini, perusahaan-perusahaan pertahanan kita memproduksi amunisi dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya, sekaligus memperluas pabrik dan peralatan mereka hingga mencapai tingkat rekor," ujar Trump.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author