Donald Trump Peringatkan Benjamin Netanyahu Terkait Ketegangan dengan Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Perdana Menterinya Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa (9/6/2026) agar tidak meningkatkan ketegangan lebih lanjut dengan Iran di tengah tekanan yang sedang dihadapi pemimpin Israel tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan Donald Trump menyusul situasi politik yang berkembang di kawasan Timur Tengah sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Saya mengatakan, 'Bibi, sebaiknya Anda berhati-hati, atau Anda akan sendirian segera'," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Peringatan dari Trump kepada Netanyahu ini juga dilaporkan oleh media terkemuka Amerika Serikat, Axios, yang mengutip sumber pejabat negara tersebut.
Berdasarkan laporan Axios, Trump menegaskan bahwa Netanyahu bakal berjuang tanpa bantuan jika Israel kembali menyulut peperangan melawan Iran.
Selain ketegangan diplomatik tersebut, situasi keamanan di dekat wilayah Iran turut memanas setelah satu helikopter tempur Apache milik Amerika Serikat jatuh di dekat Selat Hormuz.
"para pilot baik-baik saja" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Dua pilot helikopter militer Amerika Serikat yang jatuh di kawasan yang dikuasai Iran itu berhasil diselamatkan, meskipun penyebab pasti kecelakaan belum diketahui secara jelas.
Sementara itu, dari perkembangan luar negeri lainnya, otoritas Filipina melaporkan jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,8 di lepas pantai Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, bertambah menjadi sedikitnya 41 orang.
Bencana alam yang terjadi pada Senin (8/6) pagi itu merobohkan bangunan, memutus pasokan air dan listrik, memicu tanah longsor, serta menyebabkan empat orang dilaporkan masih hilang.
Di tempat terpisah, hubungan diplomatik antara Turki dan Israel juga memanas setelah Menteri Dalam Negeri Turki Mustafa Ciftci menyatakan dalam konferensi pers Partai Keadilan dan Pembangunan bahwa negaranya suatu hari nanti akan merebut kendali atas Yerusalem.
"Sama seperti kita menyaksikan pembebasan Damaskus dan Aleppo, kita, insya Allah, akan menyaksikan pembebasan Yerusalem suatu hari nanti," cetus Mustafa Ciftci, Menteri Dalam Negeri Turki.
Pernyataan di Provinsi Corum tersebut memicu kemarahan dari pihak Israel yang langsung memberikan respons keras terhadap pemerintah Turki.
Kondisi politik regional kian kompleks setelah Presiden Lebanon Joseph Aoun melayangkan tuduhan kepada Teheran dalam sebuah wawancara media.
"Negara-negara lain mencoba membantu kami, tetapi Anda tidak mencoba membantu kami. Anda menghancurkan negara ini demi kepentingan Anda sendiri," kata Joseph Aoun, Presiden Lebanon.
Penegasan Joseph Aoun yang melarang Iran ikut campur dalam urusan dalam negeri Lebanon tersebut ditayangkan pada Senin (8/6) waktu setempat.