Donald Trump Kritik Benjamin Netanyahu Terkait Kesepakatan Damai AS-Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena dinilai hampir menggagalkan kesepakatan damai antara Washington dan Iran yang tercapai pada Senin (15/6/2026). Pernyataan tersebut disampaikan Trump di tengah pengumuman penghentian pertempuran oleh mediator Pakistan, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Hubungan diplomatik kedua pemimpin dilaporkan menegang setelah Trump mengeklaim dirinya bertindak demi menyelamatkan Israel dari ancaman pemusnahan nuklir. Trump menyampaikan kritik tersebut dalam sebuah wawancara telepon eksklusif bersama New York Times pada Minggu (14/6/2026) sore waktu setempat.
Kecaman Trump dipicu oleh tindakan militer Israel yang melancarkan serangan ke wilayah Lebanon pada Minggu pagi. Serangan di pinggiran selatan Beirut tersebut melanggar gencatan senjata serta menyebabkan tiga orang tewas dan 15 lainnya terluka.
Trump menilai tindakan agresif Israel tersebut seharusnya tidak dilakukan ketika AS dan Iran sedang berada di ambang kesepakatan damai. Menurut Presiden AS itu, Netanyahu semestinya menunjukkan rasa terima kasih atas langkah diplomasi yang diambil Washington.
"Dia (Netanyahu-red) orang yang sangat sulit," cetus Trump.
Trump menambahkan bahwa keberadaan kesepakatan damai ini sangat krusial bagi keamanan masa depan Israel dari ancaman militer Iran.
"Dan jujur saja, dia seharusnya sangat berterima kasih kepada kita karena telah melakukan ini. Karena jika Iran memiliki senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan selama dua jam," ucap Trump.
Sebelumnya, informasi mengenai tercapainya kesepakatan damai ini pertama kali disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Senin pagi. Sharif menyatakan bahwa kedua belah pihak sepakat menghentikan pertempuran secara permanen di seluruh front, termasuk wilayah Lebanon.
Melalui media sosial Truth Social, Trump kemudian mengonfirmasi keberhasilan negosiasi tersebut sekaligus mengumumkan pembukaan kembali jalur maritim strategis di Selat Hormuz.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!" kata Trump.
Pengaktifan kembali lalu lintas pelayaran internasional dan pengiriman energi juga diisyaratkan oleh Trump melalui pernyataan lanjutan di media sosialnya.
"Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!" kata Trump.
Proses penandatanganan dokumen resmi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 di Jenewa, Swiss.