Trump Ancam Serang Iran Jika Selat Hormuz Tidak Dibuka

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menggempur Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka pada Rabu (5/8/2026). Langkah ketat ini diambil guna mengakhiri ketegangan militer yang berlanjut di jalur pelayaran vital tersebut, dilansir dari Detikcom.

Ancaman tersebut disampaikan Trump saat melakukan kunjungan kerja di California. Pihaknya menegaskan bahwa negosiasi diplomatik tetap berjalan di tengah tekanan militer terhadap pemerintah Iran.

"Kami sedang melakukan pembicaraan yang sangat baik," kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Trump menilai pemerintah Iran sebenarnya ingin segera menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Namun, ia menekankan batas waktu pembukaan jalur maritim tersebut.

"Selat akan segera dibuka, atau mereka akan dihantam sangat keras dan kemudian Selat akan dibuka," kata Donald Trump.

Selain ketegangan di Timur Tengah, dinamika keamanan internasional juga diwarnai kritik dari Korea Utara. Kim Yo Jong menuduh Jepang bertransformasi menjadi negara perang karena meningkatkan anggaran militer dan menempatkan peluncur rudal di pulau-pulau terluarnya.

Langkah Jepang tersebut sejalan dengan peryataan Kementerian Pertahanan Jepang pada Selasa yang menyebutkan perlunya peningkatan militer atas ancaman dari China, Rusia, dan Korea Utara. Di sisi lain, Taiwan menggelar latihan militer Han Kuang pada 5 hingga 14 Agustus untuk bersiap menghadapi potensi invasi China.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS berencana menutup lima misi diplomatiknya termasuk Konsulat Jenderal AS di Medan, Indonesia. Dari sektor pemerintahan daerah di Thailand, Menteri Dalam Negeri Worasit Liangprasit memecat 5.925 pegawai negeri akibat kecurangan ujian masuk.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Donald Trump Iran selat hormuz
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author