Sutradara Travis Knight Mengemas Ulang Masters of the Universe Menjadi Lebih Segar
Waralaba populer dari era 80-an, Masters of the Universe, kini hadir kembali dalam konsep modern yang lebih segar. Tokoh utamanya, Pangeran Adam yang diperankan oleh Nicholas Galitzine, harus mengemban tanggung jawab besar sebagai pelindung planet Eternia.
Kisah bermula saat Adam masih seorang bocah yang terlalu lemah untuk bertarung. Namun takdir buruk menimpa ketika Kastil Grayskull, jantung dari Eternia, diserang oleh si tengkorak jahat bernama Skeletor yang diperankan oleh Jared Leto, hingga membuat pasukan Eternia porak-poranda.
Eternia mengalami kekalahan telak karena Skeletor berambisi merebut pedang legendaris bernama Sword of Power. Konon, siapapun yang mendapatkan pedang tersebut akan meraih kekuatan dahsyat yang abadi.
Demi menyelamatkan Eternia, Adam kemudian dikirim ke Bumi dengan membawa pedang tersebut. Sayangnya, nasib buruk membuat Adam terpisah dari pedang legendarisnya.
Selama tinggal di Bumi, Adam terus melakukan pencarian untuk menemukan kembali pedangnya. Perjalanan panjang ini sekaligus menjadi momen bagi dirinya untuk menemukan jati diri sebagai seorang kesatria Eternia.
Bagi penonton yang belum pernah menyaksikan versi tahun 1980-an, versi terbaru ini tetap menarik untuk diikuti. Dilansir dari Detikcom, konsep modern garapan sutradara Travis Knight ini terasa segar karena menggunakan latar Bumi masa kini.
Saat menjadi manusia Bumi, Adam diceritakan bekerja sebagai seorang pegawai kantoran biasa. Ia mengikuti aktivitas manusia modern pada umumnya, seperti makan, tidur, bekerja, berkencan, hingga sesekali pergi ke tempat gym.
Sepanjang film, penonton akan disuguhi banyak lelucon yang cukup mengocok perut. Penonton bisa tertawa melihat persona Adam yang sama sekali tidak menggambarkan sosok kesatria garang.
Penampilan Nicholas Galitzine sebagai Adam memang terlihat sangat konyol. Dengan tubuh kekarnya, Adam justru tampil seperti pelawak yang terus mencoba melucu di depan musuh-musuhnya.
Karakter Skeletor juga tidak kalah jenaka karena beberapa kali tampil melucu. Meskipun sifat kejinya tetap dominan, Skeletor tidak selalu menunjukkan kemuraman yang mengerikan.
Sajian aksi seru terus memenuhi jalinan cerita film ini. Mulai dari momen Adam yang dikejar-kejar monster suruhan Skeletor hingga aksi pertarungan sang kesatria menggunakan pedang.
Seluruh adegan tersebut dibalut dengan kombinasi visual yang menarik, walaupun harus diakui bahwa sentuhan CGI di beberapa bagian masih terasa terlalu kasar.
Kekurangan lain dari film ini adalah durasinya yang agak terlalu panjang. Terdapat beberapa momen yang terasa bertele-tele saat alur cerita sudah mulai menuju antiklimaks.
Secara keseluruhan, Masters of the Universe menjadi tontonan ringan yang sangat cocok sebagai hiburan pelepas penat tanpa perlu banyak berpikir. Melalui film ini, penonton juga akan mendapatkan makna cerita yang mencerahkan mengenai arti sejati menjadi seorang kesatria.
Film Masters of the Universe saat ini sedang ditayangkan di seluruh jaringan bioskop Indonesia.
Informasi detail mengenai produksi film dapat dilihat pada tabel berikut.
| Atribut Film | Informasi Detail |
|---|---|
| Genre | fantasy, action |
| Runtime | 141 minutes |
| Release Date | 5 June |
| Production Co. | Mattel Studios Escape Artists |
| Director | Travis Knight |
| Writer | Chris Butler Aaron Nee Adam Nee David Callaham |
| Cast | Nicholas Galitzine as Adam Glenn / He-Man Camila Mendes as Teela Jared Leto as Skeletor Alison Brie as Evil-Lyn |