Trauma Pascakonvoi Pemain Persib Bandung Batal Hadiri Syukuran

Share

Skuad Persib Bandung batal menghadiri acara syukuran juara Liga 1 yang sedianya digelar di kediaman sang manajer, Umuh Muchtar. Pembatalan ini terjadi lantaran para pemain masih dibayangi trauma mendalam pascakonvoi perayaan gelar juara beberapa hari sebelumnya di Kota Bandung.

Dilansir dari Bola, manajer Persib Bandung Umuh Muchtar menjelaskan bahwa agenda awal sebenarnya hanya makan bersama di rumahnya sebelum tim bertolak ke lapangan. Namun, rencana tersebut terpaksa diubah demi menjaga kondisi psikologis para anggota tim yang terguncang.

Umuh Muchtar menyaksikan secara langsung bagaimana dampak insiden perayaan tersebut memengaruhi kondisi anak asuhnya. Beberapa pilar Maung Bandung dilaporkan menderita luka fisik, kecurian barang berharga, hingga diselimuti rasa takut yang belum reda ketika acara syukuran berlangsung.

Melihat situasi yang tidak kondusif bagi psikologis tim, Umuh Muchtar memutuskan untuk tidak memaksakan kehadiran mereka. Dirinya memilih mengutamakan kenyamanan dan keselamatan skuad Persib Bandung, meskipun acara syukuran akhirnya tidak dapat dihadiri secara lengkap oleh tim.

Manajer Persib tersebut kemudian membeberkan rentetan kejadian tidak menyenangkan yang menimpa para pemain di tengah kerumunan massa yang tidak terkendali. Pengalaman buruk mulai dari kehilangan telepon seluler hingga cedera fisik menjadi alasan utama skuad merasa tidak aman.

"Ada yang kehilangan hp, ada yang banyak luka. Saya lihat sendiri, ada yang di jengkol begini, ada ibu-ibu atau perempuan yang memegang-megang sampai berdarah, ada yang kena cakaran-cakaran. Nah ini yang salah," kata Umuh.

Umuh Muchtar menegaskan bahwa dirinya sangat memaklumi luapan kegembiraan dan antusiasme dari para pendukung. Kendati demikian, situasi di lapangan yang menjadi tidak terkendali justru memicu rasa tidak aman bagi para pemain, sehingga mereka memilih absen dari acara yang telah disiapkan.

"Jadi mereka ketakutan. Padahal sepertinya di sini bisa aman, tapi saya ikuti saja apa yang terbaik buat mereka. Jadi setelah makan mereka kembali, tidak bisa mengikuti ke sini karena trauma dengan kejadian kemarin," tutur Umuh.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author