Toyota Kijang Innova Reborn Masih Laris Manis di Indonesia

Share

Penjualan Kijang Innova Reborn di pasar otomotif Indonesia terus menarik perhatian publik. Kendaraan kategori MPV ini tetap mencatatkan angka penjualan yang tinggi walau telah ada generasi penerusnya.

Eksistensi Kijang Innova Reborn seakan tidak memudar meskipun minim penyegaran fisik. Kehadiran saudaranya, Kijang Innova Zenix, ternyata tidak meredupkan minat konsumen terhadap model ini, seperti dilansir dari Detik Oto.

Berdasarkan data wholesales Gaikindo sepanjang tahun 2025, distribusi Kijang Innova Reborn menyentuh angka 30.578 unit. Jumlah tersebut menempel ketat Innova Zenix yang mencatat distribusi 30.656 unit dari Januari hingga Desember, dengan selisih hanya 78 unit.

Tren positif tersebut terpantau masih berlanjut hingga periode tahun 2026. Data Gaikindo mencatat bahwa pada rentang Januari-Mei 2026, distribusi Kijang Innova Reborn selama lima bulan telah menembus 14.544 unit, sementara Innova Zenix pada periode yang sama mencatat 13.194 unit.

Secara kelengkapan fitur, Kijang Innova Zenix sebenarnya mengusung teknologi yang lebih modern serta memiliki opsi mesin hybrid yang hemat bahan bakar. Namun, Kijang Innova Reborn yang mengandalkan mesin diesel dengan pilihan transmisi manual dan otomatis tetap memikat banyak pembeli.

Pihak pabrikan sendiri berencana untuk terus memproduksi varian ini selama permintaan pasar tetap ada. Terbukti walaupun telah berusia sekitar 10 tahun, kendaraan ini tetap kompetitif bahkan sempat melampaui angka penjualan model yang lebih baru.

"Innova Reborn masih diproduksi sampai saat ini karena masih tingginya permintaan dari kustomer terkait hal tersebut. Hal ini menjadikan TMMIN sebagai fasilitas produksi Toyota yang memproduksi dua generasi sekaligus," ujar Wakil Presiden PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam beberapa waktu lalu.

Karakteristik konsumen di Indonesia menjadi salah satu faktor penentu mengapa model lawas ini tetap populer di berbagai wilayah.

"Jadi (pembeli Innova Reborn adalah) orang penggemar mesin diesel, masih suka ground clearance tinggi, masih suka penggerak roda belakang. Dan di Indonesia masih cukup besar segmennya, nggak hanya di daerah-deriah, tapi juga kota-kota besar seperti Jakarta," ungkap Vice President PT Toyota Astra Motor Jap Ernando Demily.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author