Toyota Avanza Generasi Kedua Jadi Buruan Pasar Mobil Bekas
Toyota Avanza generasi kedua tetap menjadi salah satu kendaraan keluarga yang paling banyak dicari di pasar mobil bekas Indonesia. Karakteristik mesin yang tangguh serta biaya perawatan yang ekonomis membuat MPV ini tetap memikat konsumen.
Dikutip dari Moladin, kendaraan berkapasitas tujuh penumpang ini menawarkan banyak pilihan varian. Ketersediaan unit bekasnya juga melimpah di berbagai wilayah dengan kondisi yang terawat.
Model yang diluncurkan sejak akhir 2011 hingga 2019 ini memiliki kabin yang lebih lapang daripada versi terdahulu. Sistem penggerak roda belakang atau Rear Wheel Drive (RWD) menjadi keunggulan utama saat mengangkut beban penuh.
Nilai jual kendaraan ini di pasar mobil bekas sangat dipengaruhi oleh tipe, tahun perakitan, dan riwayat pemeliharaan. Harga umumnya bergerak dari angka Rp100 jutaan hingga mendekati Rp190 juta.
| Tipe | Kisaran Harga |
|---|---|
| 1.3 E M/T | Rp100 juta – Rp115 juta |
| 1.3 E A/T | Rp105 juta – Rp120 juta |
| 1.3 G M/T | Rp115 juta – Rp130 juta |
| 1.3 G A/T | Rp125 juta – Rp140 juta |
| Veloz 1.5 M/T atau A/T | Rp120 juta – Rp140 juta |
Bagi konsumen yang menginginkan tahun produksi lebih muda, model Grand New Avanza dan Veloz versi penyegaran dapat menjadi opsi.
| Tipe | Kisaran Harga |
|---|---|
| 1.3 E M/T | Rp120 juta – Rp135 juta |
| 1.3 E A/T | Rp125 juta – Rp145 juta |
| 1.3 G M/T | Rp135 juta – Rp160 juta |
| 1.3 G A/T | Rp145 juta – Rp170 juta |
| Veloz 1.3/1.5 M/T atau A/T | Rp140 juta – Rp190 juta |
Nominal transaksi dapat bervariasi pada tiap lokasi geografis. Kondisi bodi yang masih asli serta jarak tempuh yang rendah otomatis mendongkrak nilai jual kendaraan.
Spesifikasi Teknis Kendaraan
Memahami detail teknis sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi pembelian. Berikut adalah spesifikasi dasar dari lini MPV ini.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| 1.329 cc, 4 silinder DOHC VVT-i | 98 PS pada 6.000 rpm |
| 121 Nm pada 4.400 rpm | 1.495 cc, 4 silinder DOHC VVT-i |
| 104-109 PS pada 6.000 rpm | 136-141 Nm pada 4.400 rpm |
| Manual 5-percepatan / Otomatis 4-percepatan | Rear Wheel Drive (RWD) |
| 45 liter | 7 orang |
Karakteristik dan Perbedaan Tiap Varian
Pabrikan menyediakan beberapa trim untuk mengakomodasi kebutuhan finansial konsumen. Varian Veloz memuncaki kasta tertinggi dengan dapur pacu 1.500 cc, kosmetik bumper yang agresif, interior gelap, serta penambahan kontrol audio di setir.
Varian G menjadi tipe yang paling mendominasi pasar sekunder. Model ini menawarkan fleksibilitas mesin 1.300 cc dan 1.500 cc, pelek alloy, lampu kabut, serta kaca spion elektrik dengan lampu penanda.
Sementara itu, tipe E hadir sebagai opsi yang paling ramah kantong. Varian ini mengandalkan mesin 1.300 cc dengan kelengkapan fitur dan material kabin yang lebih mendasar.
Analisis Kelebihan dan Kekurangan
Daya tarik utama kendaraan ini terletak pada stabilitas harga jual kembali dan kemudahan berburu suku cadang. Mesinnya memiliki durabilitas tinggi, tangguh di medan menanjak, serta lebih efisien pada varian Dual VVT-i.
Namun, calon pembeli harus berkompromi dengan kekedapan kabin yang kurang optimal pada kecepatan tinggi dan material plastik keras di interior. Gejala limbung saat manuver cepat serta fitur keselamatan minimal pada trim bawah juga menjadi catatan penting.
Panduan Sebelum Membeli Unit
Pemanfaatan jasa inspeksi profesional sangat disarankan untuk meminimalkan risiko kerusakan tersembunyi pada mesin maupun sasis. Konsumen juga wajib meneliti kejelasan buku servis berkala.
Komponen kaki-kaki harus dipastikan bebas dari bunyi abnormal saat melewati permukaan jalan yang tidak rata. Pemeriksaan bodi secara jeli diperlukan untuk mendeteksi indikasi bekas benturan hebat atau korosi.
Sesi uji berkendara langsung menjadi poin krusial untuk menguji fungsi perpindahan gigi, kinerja pengereman, serta performa mesin secara nyata di jalan raya.