Tottenham Resmi Rekrut Mateus Fernandes Senilai 85 Juta Poundsterling

Share

Gelandang asal Portugal Mateus Fernandes resmi bergabung dengan Tottenham Hotspur dari West Ham United pada bursa transfer musim panas ini dengan nilai kepindahan mencapai 85 juta poundsterling atau setara 99 juta euro.

Keputusan pemain berusia 22 tahun tersebut untuk memilih Tottenham di tengah minat Manchester United dan Real Madrid dipengaruhi secara langsung oleh pendekatan personal manajer Roberto De Zerbi serta dorongan dari bek Pedro Porro.

De Zerbi melakukan komunikasi intensif setiap hari dengan Fernandes serta mengadakan pertemuan khusus bersama orang tua sang pemain untuk meyakinkan proyek masa depan klub di London Utara tersebut.

"Kemauan untuk bermain di klub besar, memenangkan pertandingan, dan berjuang di Premier League untuk meraih posisi pertama," kata Mateus Fernandes kepada The Athletic saat menjelaskan alasan kepindahannya.

Fernandes mengungkapkan bahwa faktor emosional dan perhatian pelatih terhadap keluarganya menjadi kunci utama yang membulatkan tekadnya untuk berlabuh di Spurs.

"Cara dia [De Zerbi] berbicara dengan saya dan keluarga saya sangat penting bagi saya," ujar Mateus Fernandes.

Manajer asal Italia itu bahkan memberikan janji personal untuk mendampingi proses adaptasi sang gelandang muda selama berkarier di Inggris.

"Dia menelepon saya setiap hari, jadi saya sangat senang bisa bekerja dengannya dan berharap kami bisa melakukan hal-hal besar," kata Mateus Fernandes.

Keterbatasan bahasa orang tua Fernandes juga membuat pendekatan De Zerbi terasa sangat krusial bagi keluarganya.

"Ini lebih tentang [menciptakan] hubungan, karena ayah dan ibu saya tidak bisa berbahasa Inggris dengan sangat baik. Ini lebih ke soal perasaan. Dia mengatakan akan menjaga saya, bahwa dia akan menjadi ayah kedua saya di Inggris. Saya sangat senang bekerja dengannya," ujar Mateus Fernandes.

Selain peran De Zerbi, rekan setimnya di Sporting CP terdahulu, Pedro Porro, turut bergerak merayu Fernandes agar mau menyusulnya ke London.

"Dia menelepon saya suatu hari, saya tidak mengangkatnya karena sedang tidur. Dia berkata dalam bahasa Portugal: 'Ayo Mateus, kamu harus bermain bersama kami, kami menginginkanmu. Sayalah yang memberi tahu pelatih untuk membawamu'," kata Mateus Fernandes.

Setelah proses transfer rampung, Fernandes sempat berdiskusi mengenai kondisi internal tim bersama bek kanan asal Spanyol tersebut.

"Kemudian ketika semuanya terselesaikan, saya berbicara sedikit dengannya tentang klub, mentalitas tim, dan juga tentang rekan satu tim. Dia adalah pemain penting. Dia salah satu bek kanan terbaik di dunia. Dia pria yang luar biasa," ujar Mateus Fernandes.

Fernandes langsung memberikan kontribusi instan dalam laga debut pramusim saat Tottenham menghadapi MK Dons melalui gol tendangan voli spektakuler.

"Itu luar biasa, bukan? Itu jelas merupakan gol favorit dalam karier saya," kata Mateus Fernandes.

Ia pun optimistis bisa mengulang pencapaian cetak gol dari luar kotak penalti pada pertandingan resmi mendatang.

"Yang kedua adalah musim lalu. Saya harus melakukan ini lebih sering, menembak dari luar kotak penalti. Saya tahu saya bisa melakukannya," ujar Mateus Fernandes.

Meski tampil mengesankan di awal, De Zerbi memilih berhati-hati dan mengistirahatkan sang pemain pada laga kontra Chelsea untuk menghindari risiko cedera.

"Mateus Fernandes bisa saja tersedia untuk bermain sekarang, tetapi kami tidak ingin mengambil risiko apa pun dengannya," kata Roberto De Zerbi.

Sebelumnya, Real Madrid sempat mencapai kesepakatan awal melalui agen Jorge Mendes sebelum akhirnya mundur, yang kemudian dimanfaatkan Tottenham untuk mengamankan tanda tangannya.

Fernandes datang setelah menjalani musim individu yang solid bersama West Ham pada 2025-2026 dengan mengemas lima gol dan empat asis dari 39 laga, meski timnya harus terdegradasi.

Catatan statistiknya mencakup 73 tekel sukses dan 214 duel dimenangkan, serta menciptakan 42 peluang gol sepanjang musim lalu.

Pengalaman beruntun mengalami degradasi bersama Southampton dan West Ham dijadikan pembelajaran berharga oleh sang gelandang untuk membawa Tottenham bangkit dari posisi 17 musim lalu.

"Ini adalah sepak bola, ini adalah kehidupan. Anda harus belajar dari segalanya," kata Mateus Fernandes kepada Football London.

Proses adaptasi di musim pertamanya di Inggris diakui berjalan cukup berat sebelum akhirnya ia bisa menyesuaikan diri sepenuhnya.

"Musim pertama di Southampton adalah yang paling sulit karena saya tinggal sendiri di negara lain. Saya tidak berbicara bahasa Inggris dan tidak ada orang di sana yang berbicara bahasa Portugal atau Spanyol, jadi rasanya agak rumit," ujar Mateus Fernandes.

Pengalaman dua tahun berkarier di Inggris dinilainya telah membentuk kedewasaan bermain dan mentalitas di luar lapangan.

"Sangat penting untuk pergi ke West Ham dan mempersiapkan musim dengan baik. Dalam dua tahun ini, saya belajar banyak di luar lapangan — mengelola waktu setelah pertandingan, melakukan hal-hal lain — dan sekarang saya jauh lebih siap dibandingkan dua tahun lalu," kata Mateus Fernandes.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada dua mantan klubnya sebelum fokus mengarungi kompetisi baru bersama Tottenham Hotspur.

"Saya sangat bahagia di Southampton dan West Ham. Mereka selalu menunjukkan banyak kasih sayang dan menjaga saya. Saya juga siap untuk langkah ini," ujar Mateus Fernandes.

Mengenai peta persaingan Premier League tanpa jadwal kompetisi Eropa musim ini, Fernandes menegaskan komitmennya untuk mengikuti skema taktik De Zerbi secara bertahap.

"Kami tahu apa pun bisa terjadi di Premier League. Setiap pertandingan sangat sulit. Kami mencoba mengikuti prinsip-prinsip ini, hari demi hari, pertandingan demi pertandingan," kata Mateus Fernandes.

Sesi latihan harian di bawah arahan De Zerbi dimanfaatkan seluruh skuad untuk memperkuat kolektivitas dan fleksibilitas taktik tim.

"Tentu saja kami memiliki pemain yang meningkatkan tim dan kami maju hari demi hari, langkah demi langkah. Kita lihat saja nanti," ujar Mateus Fernandes.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author