Tottenham Hotspur Sepakati Transfer Bek Marcos Senesi dari Bournemouth
Tottenham Hotspur dilaporkan telah mencapai kesepakatan personal dengan bek tengah Bournemouth, Marcos Senesi, untuk kepindahan gratis pada bursa transfer musim panas ini. Langkah cepat klub asal London tersebut berhasil mengungguli raksasa Italia, Juventus, yang juga berminat kepada pemain asal Argentina itu.
Dilansir dari football-italia.net pada Senin, 25 Mei 2026, sejumlah sumber seperti TEAMTalk dan pakar transfer Jerman, Florian Plettenberg, membenarkan kesepakatan tersebut. Kontrak pemain berusia 28 tahun itu di Bournemouth akan habis pada Juni mendatang, sehingga ia berstatus agen bebas.
Kabar kesepakatan ini mencuat tepat setelah Tottenham Hotspur dipastikan bertahan di Liga Primer Inggris musim depan. Senesi dilaporkan sangat antusias untuk bergabung, namun ia sebelumnya menegaskan hanya akan berkomitmen jika Spurs terhindar dari degradasi.
Berdasarkan laporan insider @szyexcl yang dikutip vitalfootball.co.uk, Tottenham bergerak paling agresif dengan menawarkan kontrak hingga tahun 2030 ditambah opsi perpanjangan satu tahun. Penawaran ini mengalahkan Aston Villa yang mengajukan gaji 4 juta euro per tahun dan Fenerbahce yang siap menyamai permintaan gaji 5 milor euro.
Bournemouth sendiri telah mengonfirmasi kepergian Senesi setelah sang pemain menolak sedikitnya tiga tawaran perpanjangan kontrak. Selama empat tahun membela Bournemouth sejak didatangkan dari Feyenoord pada 2022, Senesi tercatat telah tampil dalam 105 pertandingan di semua kompetisi.
Gaya permainan Senesi dinilai cocok dengan skema manajer Spurs, Roberto De Zerbi, yang menerapkan garis pertahanan tinggi dan menuntut ketenangan penguasaan bola dari bek tengah. Musim ini, Senesi mencatatkan akurasi umpan 77,2 persen dan menciptakan 20 peluang dari posisi bertahan di Bournemouth.
Meski Tottenham berada di posisi terdepan, Sportmediaset melaporkan bahwa Liverpool diperkirakan akan melakukan satu upaya terakhir untuk membajak transfer Senesi. Minat Liverpool salah satunya dipicu oleh faktor keberadaan Arne Slot yang pernah melatih Senesi saat berada di Feyenoord, di samping Barcelona yang juga terus memantau situasi.