Thiag Agustin Tirante Tumbangkan Novak Djokovic Di Cincinnati Open

Share

Petenis asal Argentina, Thiago Agustin Tirante, menciptakan kejutan besar setelah menundukkan juara 24 kali turnamen mayor, Novak Djokovic, dengan skor 2-6, 6-4, 6-4 pada babak Cincinnati Open hari Sabtu.

Kemenangan tersebut menjadi rekor terbesar sepanjang karier petenis berusia 25 tahun itu. Hasil ini membawa Tirante menjadi pemain Argentina keempat dalam sejarah yang berhasil mengalahkan Djokovic, menyamai catatan Guillermo Coria, David Nalbandian, dan Juan Martin del Potro.

Sebelum memasuki lapangan pertandingan untuk menghadapi pemegang rekor gelar ATP Masters 1000 tersebut, Tirante sempat mengungkapkan perasaannya mengenai momen langka dalam kariernya.

"Ini bakal menjadi salah satu hari yang akan saya ingat seumur hidup saya," kata Tirante.

Kemenangan atas sang legenda tenis dunia dipastikan usai bertarung sengit selama tiga set di P&G Center Court. Usai laga, petenis peringkat 50 dunia itu membagikan kesannya saat diwawancarai di atas lapangan.

"Ini adalah kemenangan terbaik dalam karier saya. Saya pikir saya melakukan pekerjaan yang sangat baik di dalam lapangan. Saya mengelolanya dengan sangat baik, mengendalikan rasa gugup dan bermain melawan seorang legenda seperti Novak," kata Tirante.

Perjalanan tenis Tirante dimulai sejak balita bersama sang kakek. Sesaat setelah memastikan kemenangan bersejarah tersebut, Tirante langsung menghubungi keluarganya di Argentina.

"Saya berbicara dengan ayah dan kakek saya. Saya juga akan menelpon ibu saya. Saya pikir ini adalah momen yang sangat, sangat penting bagi saya dan juga keluarga saya. Saya bermain tenis untuk momen seperti ini," kata Tirante.

Petenis yang menyukai lapangan keras ini mengungkapkan impian lamanya semasa kecil yang selalu ingin dicapai di panggung profesional.

"Untuk memenangkan AS Terbuka. Itu adalah impian utamanya," kata Tirante.

Tirante juga memiliki tato di dadanya bertuliskan slogan motivasi yang diukirnya sejak masa remaja dan menjadi prinsip hidupnya di lapangan.

"Saya membuat tato ini ketika saya berusia 14 atau 15 tahun. Saya sangat menyukai kata-katanya. Saya selalu mengingat kata-kata ini.

Ini sangat berarti bagi saya karena ada di tubuh dan pikiran saya. Saya selalu memikirkan kata-kata itu. Ini sangat signifikan bagi saya," kata Tirante.

Kemenangan ini sekaligus menghentikan rekor 22 kemenangan beruntun Djokovic saat menghadapi petenis asal Argentina sejak dikalahkan Del Potro pada Olimpiade Rio 2016.

"Setelah pertandingan, [saya] memikirkan keluarga saya, teman-teman saya di Argentina yang menonton saya. Saya pikir mereka sangat senang menonton saya di TV. Ini sangat spesial bagi mereka, dan juga bagi saya. Mereka berada di Argentina, tetapi mereka juga ada di pikiran saya," kata Tirante.

Peningkatan performa Tirante terlihat tajam sepanjang musim ini dengan mencatatkan 24 kemenangan tingkat tur, usai sempat mengalahkan Taylor Fritz di Montreal 10 hari lalu. Ia juga memegang rekor impresif 4-1 saat menghadapi petenis jajaran Top-10 dunia.

"Saya percaya pada diri sendiri. Saya pikir saya bisa memisahkan apa yang mereka lakukan untuk olahraga ini dan apa yang harus saya lakukan untuk memenangkan pertandingan itu. Saya pikir itulah hal terpenting saat Anda bermain dengan salah satu pemain besar ini.

Saya bermain lebih bebas karena tidak ada rugi yang harus ditanggung dan saya menyukai stadion besar. Saya pikir hal terpenting adalah saya menikmatinya," kata Tirante.

Meskipun baru pertama kali bertanding melawan Djokovic di laga resmi, Tirante sebelumnya pernah berkesempatan berlatih bersama Roger Federer dan Rafael Nadal pada Nitto ATP Finals 2019.

"Saya pikir ini sebuah hak istimewa bisa berbagi lapangan dengan Novak, pertandingan hampir tiga jam dengan intensitas tinggi dan saya pikir penonton menyukainya. Semua orang di sana sangat antusias, berteriak dan semacamnya. Saya sangat menikmatinya. Saya pikir ini pasti salah satu hari terbaik dalam hidup saya," kata Tirante.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author