Timnas Voli Putra Indonesia Siapkan Servis Agresif Hadapi Vietnam
Tim Nasional Voli Indonesia Putra langsung mengalihkan fokus penuh untuk menghadapi Vietnam pada babak semifinal SEA V Cup 2026 yang berlangsung Sabtu (18/7/2026). Skuad Garuda membidik peningkatan kualitas servis agresif serta perbaikan receive sebagai senjata utama guna meredam agresivitas permainan lawan.
Dilansir dari AKURAT.CO, kesiapan taktis tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi tim pelatih demi memuluskan langkah Farhan Halim dan kawan-kawan menuju babak final. Pemain yang berposisi sebagai outside hitter (OH) dan opposite (OP) diinstruksikan untuk tampil lebih berani dalam melakukan servis.
"Untuk strategi lawan Vietnam besok, kami tetap akan berusaha memperbaiki kualitas servis kita, terutama pemain yang berposisi sebagai OH & OP untuk servis lebih berani agar menyulitkan Vietnam dalam menyerang," kata Nur Widayanto, Asisten Pelatih Timnas Voli Indonesia Putra.
Staf kepelatihan menyadari bahwa aspek pertahanan juga memegang peranan krusial demi mengimbangi strategi serangan tersebut.
"Hal itu juga akan kami imbangi dengan berusaha agar besok penerimaan bola kami lebih bagus," ujar Nur Widayanto.
Tiket semifinal sendiri berhasil diamankan oleh skuad asuhan Reidel Toiran setelah membungkam tuan rumah Filipina dengan skor 3-0 (25-20, 25-23, 27-25) di Candon City Arena, Candon, Filipina, pada Jumat (17/7/2026). Indonesia langsung menurunkan kekuatan utama sejak awal laga untuk memegang kendali permainan.
"Pada set pertama kami memasang tim utama. Untuk mengantisipasi serangan Filipina tidak terlalu sulit karena bola sisa atau bola kedua mereka cenderung tinggi," ungkap Nur Widayanto.
Tim pelatih mulai melakukan rotasi pemain pada set kedua dan ketiga dengan memberikan kesempatan kepada Dio Zulfikri, Rama Fazza, Tedi Oka, Sigit Ardian, hingga Ahmad Gumilar. Langkah ini diambil untuk menguji kedalaman skuad sekaligus sebagai persiapan jangka panjang menuju Asian Games.
"Setelah melihat materi tim Filipina, kami memiliki rencana untuk mencoba rotasi. Hal itu penting karena kami mempunyai kedalaman skuat yang bagus. Kualitas pemain inti dan cadangan tidak terlalu jauh," urai Nur Widayanto.
Meskipun permainan sempat kurang stabil di set ketiga hingga tertinggal 12-17 akibat receive yang kurang sempurna, Indonesia berhasil membalikkan keadaan secara dramatis. Kemenangan atas Filipina serta hasil positif kontra Kamboja dengan skor 3-0 (25-18, 25-18, 25-21) pada Kamis (16/7/2026) menjadi modal penting Indonesia dalam perebutan tiket final melawan Vietnam.