Timnas Perancis Jaga Kekompakan Lewat Permainan Kartu di Piala Dunia
Tim nasional Perancis bersiap menghadapi Swedia pada babak gugur Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (30/6/2026) atau Rabu dini hari pukul 04.00 WIB dengan modal rekor impresif serta hubungan antarpemain yang solid.
Skuat berjuluk Les Bleus tersebut melaju dari fase grup setelah menyapu bersih tiga pertandingan di Grup I dengan kemenangan, masing-masing menumbangkan Senegal 3-1, Irak 3-0, dan Norwegia 4-1. Catatan apik ini menempatkan Perancis sebagai tim yang difavoritkan saat meladeni Swedia yang lolos lewat jalur salah satu peringkat tiga terbaik.
Kondisi internal tim yang harmonis dan minim tekanan menjadi kunci utama bagi kesiapan para pemain menjelang pertandingan krusial ini.
"Kami tidur nyenyak, kami mampu mengatasi tekanan," ujar gelandang Perancis, Adrien Rabiot, saat menjawab pertanyaan KOMPAS.com mengenai metode timnya meredam ekspektasi tinggi publik.
Kedekatan emosional skuat asuhan Didier Deschamps ini kerap terlihat melalui unggahan akun Instagram resmi Timnas Perancis, Equipe de France, seperti aksi jenaka Marcus Thuram yang meniru Michael Olise atau Kylian Mbappe yang bermain basket menggunakan bola sepak. Hubungan erat tersebut sengaja dibangun melalui berbagai aktivitas santai di luar lapangan, termasuk rutinitas bermain kartu saat waktu senggang.
"Entah di hotel atau dalam perjalanan, kami bermain kartu, kami banyak mengobrol di antara kami sendiri dalam kelompok kecil," kata Rabiot.
Kebiasaan memanfaatkan permainan sebagai sarana perekat tim bukan hal baru bagi Les Bleus, mengingat pada Piala Dunia 2018 lalu Antoine Griezmann juga sering memainkan gim Football Manager untuk hiburan. Pengondisian suasana rileks ini diakui berdampak besar langsung terhadap atmosfer positif di dalam skuat.
"Itulah juga yang membuat kami memiliki kekompakan yang baik," ujar gelandang klub raksasa Italia, AC Milan tersebut.