Timnas Korea Selatan Hadapi Afrika Selatan demi Tiket 32 Besar

Share

Tim nasional Korea Selatan membidik poin penuh saat menghadapi Afrika Selatan pada pertandingan terakhir Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Meksiko, Kamis (25/6/2026) guna mengamankan tiket lolos ke babak 32 besar.

Skuat asuhan Hong Myung-bo saat ini menduduki peringkat kedua grup dengan koleksi tiga poin hasil dari satu kemenangan melawan Republik Ceko dan satu kekalahan dari Meksiko. Korea Selatan sejatinya hanya membutuhkan hasil imbang untuk mendampingi Meksiko ke fase gugur, namun jajaran pelatih dan pemain enggan bermain aman. Gelandang Korea Selatan, Lee Kang-in menegaskan ambisi besar timnya yang tidak ingin sekadar mengincar hasil imbang atau terjebak dalam kalkulasi matematika poin grup.

Dilansir dari si.com, kemenangan bagi salah satu tim akan menjamin tempat mereka di babak 32 besar. Korea Selatan berada di peringkat 25 dunia menurut FIFA, unggul 35 tempat atas Afrika Selatan yang berada di posisi ke-60. Afrika Selatan tampil tanpa Themba Zwane yang dihukum larangan tiga pertandingan oleh FIFA serta Teboho Mokoena yang terkena akumulasi kartu kuning. Namun, Yaya Sithole sudah bisa kembali bermain setelah menjalani masa hukuman kartu merah.

Fokus utama Korea Selatan tertuju pada performa penjaga gawang Kim Seung-gyu yang sempat melakukan kesalahan fatal saat kalah 1-0 dari Meksiko pada 18 Juni lalu. Meski demikian, penjaga gawang berusia 35 tahun milik FC Tokyo tersebut mencatatkan rasio penyelamatan 75 persen di turnamen ini dan akurasi operan sebesar 84,6 persen yang sangat mendukung skema permainan dari kaki ke kaki milik pelatih Hong Myung-bo.

Kiper utama Korea Selatan tersebut menyatakan bahwa timnya segera melupakan hasil minor sebelumnya untuk fokus pada laga penentu ini.

"Being a goalkeeper is always like this. Even if you perform well, one concession can change the evaluation and outcome of the match. I should have focused more on that single scene, but I failed to do so." kata Kim Seung-gyu, Penjaga Gawang Korea Selatan.

Para pemain Korea Selatan terus berupaya menjaga motivasi internal demi meraih hasil maksimal di pertandingan pamungkas fase grup.

"The players and I talked about not letting the mood drop. We still have one game left, and we can qualify for the Round of 32 on our own strength." ujar Kim Seung-gyu, Penjaga Gawang Korea Selatan.

Suporter setia dari Asia juga memberikan pembelaan dan menganggap kesalahan komunikasi antar pemain bertahan sebagai hal yang lumrah dalam pertandingan ketat.

"It was just an unfortunate event. It was just a miscommunication between the goalie and the defender. You can’t really blame the goalie too much because he made a lot of saves in that match." kata Jae Kim, Suporter Korea Selatan.

Di kubu lawan, Afrika Selatan mengandalkan Ronwen Williams yang dikenal sebagai kiper bertipe sweeper. Pengamat sepak bola Coupang Play, Han Jun-hee menilai Williams memiliki kelemahan dalam akurasi operan yang bisa dimanfaatkan oleh barisan penyerang Korea Selatan seperti Son Heung-min yang kini berambisi memecah kebuntuan golnya di Amerika Utara.

"There was a communication mistake in the Mexico match, but Kim Seung-gyu is superior in terms of fundamentals and build-up stability." kata Han Jun-hee, Komentator Coupang Play.

Kelemahan distribusi bola dari area pertahanan lawan menjadi poin penting yang dianalisis oleh para pengamat untuk bisa dieksploitasi dalam laga krusial ini.

"Williams is also a goalkeeper with quite excellent athletic ability, but there are cases where he makes poor judgments related to build-up, and similar scenes came up in this tournament as well, so Korea needs to target that area." kata Han Jun-hee, Komentator Coupang Play.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author