Timnas Indonesia Tantang Oman dan Mozambik di Laga FIFA Matchday Juni 2026

Share

Stadion Utama Gelora Bung Karno bersiap menjadi saksi perjuangan Timnas Indonesia dalam dua pertandingan kandang beruntun pada agenda FIFA Matchday Juni 2026. Skuad Garuda dijadwalkan menjamu Oman pada 5 Juni 2026, kemudian menghadapi tantangan Mozambik empat hari setelahnya, yaitu pada 9 Juni 2026.

Tim tamu Oman menunjukkan keseriusan tinggi dengan mendarat lebih awal di Jakarta pada Sabtu, 30 Mei 2026. Dipimpin pelatih kepala Tarik Sektioui asal Maroko, mereka membawa kekuatan skuad penuh, dan dijadwalkan langsung bertolak ke Bangkok untuk melawan Kuwait setelah menyelesaikan laga di Jakarta.

Berdasarkan posisi di peringkat FIFA, Indonesia yang menduduki peringkat ke-122 berada di bawah kedua calon lawannya, mengingat Oman berada di peringkat 79 dan Mozambik menempati posisi 101. Namun, seperti dilansir dari Bola, pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan menilai angka-angka tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan.

"Kalau dari segi kemewahan tim, saya rasa kita punya tim yang mewah yang bermain di Eropa," ujar Ropan melalui kanal YouTube pribadinya, Bung Ropan.

Ronny Pangemanan memaparkan bahwa Oman datang dengan pilar-pilar terbaik yang berkarier di luar negeri, termasuk beberapa nama yang aktif di kompetisi Asia Barat dan regional lainnya.

"Issam Al-Sabhi yang bermain di Al-Quwa Al-Jawiya, Irak. Kemudian ada Muhsen Al-Ghassani yang bermain di Bangkok United Liga Thailand, satu klub dengan Pratama Arhan yang pernah masuk timnas di era Shin Tae-yong. Ada juga Jameel Al-Yahmadi di Al-Karma Irak, Khalid Al-Braiki di Artis Brno Ceko, dan Almanar Allahu yang bermain di Liga Irak," papar Ropan.

Meski diperkuat pemain abroad, Ronny Pangemanan memberikan catatan khusus mengenai faktor usia rata-rata pemain Oman yang mayoritas sudah di atas 30 tahun, berbeda dengan Indonesia yang mengandalkan darah muda di bawah 25 tahun.

"Kapten mereka, gelandang bertahan Harib Al-Saadi yang bermain untuk Al-Nahda, sudah berusia 36 tahun. Ada juga pemain tertua mereka, kiper Faiz Al-Rushaidi yang berusia 37 tahun dan sudah mengantongi 70 caps," kata Ropan.

Kondisi ini memicu optimisme karena kedalaman komposisi tim asuhan John Herdman dinilai cukup mewah dengan kehadiran para pemain yang merumput di kompetisi Eropa.

"Kita masih punya Emil Audero di Cremonese, Maarten Paes di Ajax, Calvin Verdonk di Lille, Justin Hubner di Fortuna Sittard, Ole Romeny di Oxford United. Ada juga Elkan Baggott di Ipswich Town yang musim depan promosi ke Premier League, dan Kevin Diks yang bermain di Borussia Mönchengladbach," tutur Ropan.

Kekuatan lini belakang Indonesia dipastikan sedikit berkurang menyusul absennya bek andalan Venezia, Jay Idzes, yang harus menepi akibat mengalami cedera.

Dua laga uji coba internasional ini dipandang krusial karena kemenangan berpotensi mendongkrak posisi Indonesia dalam ranking dunia secara signifikan.

"Sesuai harapan John Herdman, kita harus menghadapi tim-tim yang levelnya di atas dan punya peringkat lebih baik dari kita sehingga ini akan memotivasi semua pemain. Jika bisa memenangkan pertandingan, peringkat kita akan naik. Mungkin di 118 atau di 116," kata Ropan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author