Timnas Indonesia Hadapi Oman Tanpa Jay Idzes akibat Cedera
Timnas Indonesia dipastikan kehilangan kapten sekaligus pilar utama pertahanan, Jay Idzes, akibat cedera menjelang pertandingan melawan Oman dalam laga FIFA Matchday pada Kamis, 5 Juni 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Absennya bek Venezia berusia 25 tahun tersebut, sebagaimana dilansir dari Bola, memaksa pelatih Patrick Kluivert memutar otak untuk merombak lini belakang guna menghadapi dua agenda pertandingan mendatang melawan Oman dan Mozambik.
Kehilangan figur sentral ini diakui menjadi tantangan besar bagi skuad Garuda yang sedang berupaya menjaga konsistensi performa, namun momentum persiapan tim tetap berjalan demi menghadapi agenda-agenda penting berikutnya.
Pemain bertahan Borussia Mönchengladbach, Kevin Diks, memberikan pandangannya mengenai situasi kepemimpinan dalam tim yang ditinggalkan oleh Jay Idzes selama pemusatan latihan berlangsung.
"Saya pikir apa yang dikatakan pelatih juga benar, saya sudah melihat bahwa Jay tidak tergantikan. Dia seseorang yang memimpin tim secara alami, dia sudah melakukannya sejak lama. Kami merindukannya," ujar Kevin Diks, Bek Timnas Indonesia.
Diks menambahkan bahwa situasi ini menjadi momentum berharga bagi para pemain lain di dalam skuad Merah Putih untuk membuktikan kualitas mereka dan mengambil tanggung jawab lebih besar di lapangan.
"Tapi kali ini kami harus melakukannya tanpa dia dan kami punya banyak pemain yang bisa menunjukkan kemampuan mereka sekarang. Tentu saja kami kehilangan pemimpin kami, tapi orang lain harus melangkah maju, termasuk saya," kata Kevin Diks, Bek Timnas Indonesia.
Selain membahas mengenai absennya sang kapten, lini pertahanan Indonesia saat ini juga diwarnai kehadiran wajah baru, yaitu pemain muda Matthew Baker yang mulai mendapat kesempatan beradaptasi dengan tim senior.
"Soal Matthew, saya pikir dia anak muda yang baik dengan banyak potensi. Saya bisa melihat sejak hari pertama apa yang dilihat pelatih padanya," cetus Kevin Diks, Bek Timnas Indonesia.
Diks merasa familier dengan situasi yang dihadapi Baker karena dirinya juga berhasil menembus level sepak bola profesional pada usia yang relatif sama, yaitu 17 tahun.
"Ketika saya menembus sepak bola profesional, saya juga berusia 17 tahun, jadi saya bisa memahami situasinya, dari mana dia berasal," jelas Kevin Diks, Bek Timnas Indonesia.
Meskipun aktif membantu proses adaptasi rekan mudanya, Diks memilih untuk memberikan ruang berkembang bagi Baker tanpa memberikan beban ekspektasi yang berlebihan.
"Saya berbicara dengannya beberapa kali tapi saya tidak ingin memberinya terlalu banyak tekanan. Sejujurnya, dia punya banyak waktu," tutur Kevin Diks, Bek Timnas Indonesia.