Timnas Indonesia U-19 Evaluasi Performa Setelah Gagal Pertahankan Gelar Piala AFF
Timnas Indonesia U-19 memetik pelajaran berharga dari turnamen Piala AFF U-19 2026. Kegagalan mempertahankan gelar juara kini menjadi momentum penting untuk melakukan introspeksi serta pembenahan tim secara menyeluruh.
Skuat asuhan Nova Arianto tersebut mengakhiri kompetisi dengan menempati peringkat ketiga. Kepastian ini didapat setelah mereka memetik kemenangan tipis 1-0 atas Kamboja U-19 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Sabtu (13/6/2026), dilansir dari Bola.
Seluruh elemen tim kini berfokus mengevaluasi kelemahan performa Putu Panji dan rekan-rekan. Langkah perbaikan ini krusial agar tim siap bersaing dalam Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus hingga 6 September depan.
Pada babak kualifikasi tersebut, Timnas Indonesia U-20 berada di Grup H. Mereka akan bersaing bersama Malaysia U-20, Australia U-20, serta Laos U-20 yang bertindak sebagai tuan rumah di Vientiane.
"Kegagalan adalah guru terbaik. Dengan begitu, baik pelatih dan para pemain akan berusaha memperbaiki diri. Karena misi utama Timnas Indonesia U-20 nanti adalah lolos ke Piala Asia U-20 2027," kata Gusnul Yakin.
Pengamat sepak bola senior asal Malang tersebut menilai aspek permainan skuat asuhan Nova Arianto sebenarnya memperlihatkan banyak kemajuan. Meski demikian, performa yang ditunjukkan dirasa masih belum cukup mumpuni untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
"Dari empat pertandingan di Piala AFF U-19 lalu, Timnas Indonesia U-19 hanya kalah dari Australia U-19. Kita akan bertemu tim Australia lagi di Kualifikasi Piala Asia U-20 nanti. Jadi level permainan Timnas Indonesia U-20 harus ditingkatkan lagi. Minimal bisa setara dengan Australia U-20," ujar Gusnul Yakin.
Mantan pelatih Arema ini menyoroti faktor ketenangan bermain di seluruh lini sebagai aspek utama yang mendesak untuk dibenahi.
"Dari Piala AFF U-19 lalu, para pemain masih kurang tenang saat menguasai bola dan mengatur ritme permainan. Padahal saya nilai mereka punya kualitas untuk bermain lebih tenang dan rapi," tutur Gusnul Yakin.
Kestabilan sektor lini tengah juga mendapat perhatian khusus karena dinilai belum tampil konsisten sepanjang turnamen, terutama dalam mengatur tempo dan mengalirkan bola ke depan.
"Lini tengah harus bermain lebih rapat dan sabar. Tak perlu tergesa-gesa melepas bola ke depan jika situasi belum lapang. Timnas Indonesia U-20 harus punya variasi serangan agar mampu menembus pertahanan lawan," kata Gusnul Yakin.
Di sisi lain, kewaspadaan tinggi perlu diarahkan kepada kekuatan Laos U-19 yang absen pada gelaran Piala AFF U-19 lalu.
"Absennya Laos di Piala AFF U-19 lalu membuat Nova Arianto buta kekuatan mereka. Sebagai tuan rumah, Laos U-20 pasti punya motivasi tinggi. Ini belum kekuatan Malaysia U-20. Jadi Timnas Indonesia U-20 harus bekerja lebih keras lagi," ujar Gusnul Yakin.
Pada edisi sebelumnya, Timnas Indonesia U-20 yang saat itu ditangani oleh pelatih Indra Sjafri berhasil tampil pada Piala Asia U-20 China 2025, namun langkah mereka terhenti di fase grup.