Timnas Indonesia Diminta Berani Tantang Negara Afrika Peringkat 100 Besar
Satu tren positif berhasil dicatatkan Timnas Indonesia dalam agenda FIFA Matchday Juni 2026. Skuat Garuda sukses mengamankan kemenangan 3-0 atas Oman dan unggul 1-0 saat berhadapan dengan Mozambik.
Pencapaian memuaskan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ini memicu optimisme besar di kalangan publik sepak bola tanah air. Kinerja tim di bawah arahan pelatih asal Inggris, John Herdman, dinilai memperlihatkan lonjakan performa yang signifikan.
Rizky Ridho dan kolega tampil dengan determinasi tinggi serta kondisi fisik yang prima. Hal ini menjadi catatan impresif mengingat kedua lawan yang dihadapi memiliki peringkat FIFA yang lebih tinggi dari Indonesia.
Sebelum rangkaian pertandingan internasional tersebut dimulai, Oman menempati peringkat 79 dunia dan Mozambik berada di posisi 101. Sementara itu, Timnas Indonesia bertengger di peringkat 122 dunia.
Tambahan poin dari dua kemenangan beruntun tersebut mendongkrak posisi Indonesia ke peringkat 118 FIFA. Progres positif ini mendapat perhatian dari pengamat sepak bola asal Malaysia, Raja Isa Raja Akram Syah, seperti dikutip dari Bola.
Raja Isa menyarankan agar Timnas Indonesia tidak ragu untuk menjadwalkan laga uji coba melawan negara-negara asal Afrika yang memiliki posisi lebih baik pada agenda FIFA Matchday mendatang.
"Sebagai pelatih yang pernah berkarir di Indonesia, saya ikut bangga dengan progres Tim Garuda saat ini. Dengan kualitas Timnas Indonesia sekarang, mereka harus berani uji coba dengan negara Afrika yang rangkingnya di atas Mozambik," katanya.
Mantan pelatih di Liga Indonesia tersebut secara spesifik menyebutkan sejumlah negara tangguh dari benua Afrika yang dinilai cocok menjadi lawan tanding baru bagi Skuat Garuda.
Beberapa tim yang direkomendasikan antara lain Tunisia yang berada di peringkat 46 FIFA, Afrika Selatan di posisi 60, Tanjung Verde di urutan 67, serta Ghana yang menduduki peringkat 73 dunia.
"Negara-negara itu berada di rangking FIFA 100 besar. Sekarang mereka tampil di Piala Dunia. Gengsi dan nilai komersialnya akan sangat tinggi jika melawan mereka," ujar Raja Isa.
"Hasil apa pun nanti pasti berpengaruh besar terhadap performa Timnas Indonesia," lanjutnya.
Menghadapi tim-tim mapan dari Afrika dipercaya akan memberikan banyak keuntungan serta pengalaman berharga bagi para pemain dalam mengukur level permainan mereka di tingkat global.
"Negara Afrika yang sudah punya sejarah di Piala Dunia bisa jadi tolok ukur sampai dimana pencapaian Timnas Indonesia nanti. Kita akan tahu bagaimana para pemain menghadapi tim dengan fisik lawan, taktikal, kecepatan, dan punya pengalaman di Piala Dunia. Lebih bagus lagi kalau melawan Maroko, tim teratas di Afrika yang berkembang sangat pesat," tuturnya.
Catatan sejarah menunjukkan Indonesia sebenarnya pernah bersua tim Afrika saat masih ditangani Shin Tae-yong, yakni ketika menghadapi Libya dan Burundi. Indonesia menelan kekalahan 1-2 dari Libya, sementara duel kontra Burundi berakhir dengan kemenangan 3-0 dan hasil imbang 2-2.