Timnas Ghana Hadapi Krisis Menjelang Laga Perdana Piala Dunia 2026
Tim nasional sepak bola Ghana menghadapi situasi kacau dan krisis internal menjelang laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 melawan Panama pada Rabu, 17 Juni 2026, di Toronto, Kanada. Persiapan tim berjuluk Black Stars ini terganggu oleh kegagalan lolos ke Piala Afrika (AFCON) 2025, pemecatan pelatih Otto Addo, cedera pemain kunci Mohammed Kudus, serta penolakan visa Kanada untuk Thomas Partey. Mantan manajer Real Madrid, Carlos Queiroz, yang ditunjuk satu bulan sebelum turnamen, kini memimpin skuad yang sedang dilanda ketidakpastian administratif dan teknis menurut laporan The Guardian dan NY Times.
Otoritas imigrasi Kanada melarang gelandang Thomas Partey memasuki negara tersebut karena sang pemain tengah menghadapi persidangan atas tujuh tuntutan pemerkosaan dan satu pelecehan seksual di Inggris.
Selain itu, permohonan visa sementara Partey diketahui memuat informasi palsu yang mengeklaim bahwa dirinya tidak pernah didakwa dengan tuntutan pidana apa pun di negara mana pun. Menteri Olahraga Ghana, Kofi Adams, menyampaikan protes keras dari pemerintah Ghana setelah banding terhadap keputusan tersebut ditolak oleh pihak Kanada pada Selasa malam.
"Untuk Kanada, yang menjadi pihak dalam banyak perjanjian internasional, yang menerima praduga tak bersalah sampai terbukti bersalah oleh pengadilan yang kompeten, untuk memutuskan bahwa mereka memiliki beberapa aturan yang tidak mengizinkan Anda masuk ke negara mereka adalah hal yang tidak adil dan reaksi yang berlebihan," ujar Kofi Adams, Menteri Olahraga Ghana. Pemerintah Ghana juga mengubah strategi dukungan suporter akibat kesulitan ekonomi, dengan beralih memobilisasi komunitas diaspora di kota-kota besar seperti Boston, Philadelphia, Washington, dan Toronto daripada membiayai keberangkatan suporter dari dalam negeri.
Jurnalis sepak bola Ghana, Gary Al-Smith, menilai bahwa pergantian lima pelatih dalam lima tahun terakhir telah merusak kontinuitas, ritme permainan, dan metode pemilihan pemain di dalam tim nasional. "Perjalanan Black Stars selama empat dekade terakhir telah ditandai oleh periode kekecewaan yang panjang," kata Gary Al-Smith, Jurnalis Sepak Bola Ghana. Al-Smith menambahkan bahwa federasi sepak bola Ghana sebenarnya telah mengantisipasi dampak berita negatif terkait kasus Partey sejak pengundian grup, namun mereka tidak menduga adanya tindakan pencekalan langsung dari pihak Kanada.
"Kami mengalami lonjakan antara tahun 2006 dan 2017, ketika kami lolos ke delapan semifinal berturut-turut di Afcon tetapi tidak pernah memenangkan apa pun," ujar Gary Al-Smith, Jurnalis Sepak Bola Ghana.
Krisis kompetisi domestik Ghana juga dipengaruhi oleh trauma sejarah masa lalu, termasuk runtuhnya pendapatan pertandingan setelah tragedi Stadion Accra 25 tahun lalu dan skandal pengaturan skor massal yang diungkap oleh jurnalis investigasi Anas Aremeyaw Anas pada 2018. "Ya, kami memiliki penampilan perempat final di Piala Dunia 2010, tetapi rekor kami secara keseluruhan dipenuhi dengan sorotan besar tetapi tidak pernah ada trofi," kata Gary Al-Smith, Jurnalis Sepak Bola Ghana. Ketidakstabilan taktis ini diperparah oleh pergeseran budaya skuad, di mana skuad tahun 2026 kini didominasi oleh delapan pemain diaspora kelahiran Eropa dan hanya sembilan pemain yang memiliki pengalaman di sistem klub domestik Ghana.
"Tidak ada yang bisa dirayakan," ujar Gary Al-Smith, Jurnalis Sepak Bola Ghana.
Di tengah situasi pelik ini, legenda Chelsea dan Ghana, Michael Essien, turut merefleksikan kenangan kariernya bersama klub London tersebut saat negaranya bersiap memulai kompetisi di Amerika Utara. "Itu 20 tahun yang lalu," kata Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Essien menceritakan bahwa proses transfernya dari Lyon ke Chelsea pada tahun 2005 merupakan proses perpindahan paling lama dan penuh drama dalam karier profesionalnya akibat negosiasi nilai transfer yang alot. "dan Didier [Drogba] menelepon Florent [Malouda] untuk mengatakan bahwa Jose [Mourinho] ingin berbicara dengan saya," ujar Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Gelandang legendaris tersebut mengenang kedekatannya dengan para pemain asal Afrika Barat seperti Drogba dan Salomon Kalou yang membantunya beradaptasi dengan cepat di ruang ganti Stamford Bridge. "Saya kebetulan berada di acara barbekyu bersama Malouda, yang merupakan rekan setim saya di Lyon, dan begitulah awal mulanya saya mengetahui bahwa Chelsea menginginkan saya," kata Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea. Hubungan erat dengan para suporter dan jajaran manajemen Chelsea diakui Essien tetap terjalin dengan sangat baik bahkan hingga saat ini.
"Namun, pemilik Lyon memiliki penilaiannya sendiri dan tidak bersedia goyah, sehingga hal itu menyebabkan transfer yang panjang dan berlarut-larut," ujar Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Selama sembilan tahun masa baktinya di Inggris, Essien sukses mempersembahkan trofi Premier League dan memuji fleksibilitas posisinya yang sangat dihargai oleh para manajer. "Saya tetap profesional sepanjang waktu tanpa ingin memaksakan kepindahan tetapi akhirnya klub menyetujui transfer tersebut dan itu terjadi," kata Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea. Keberhasilan mempertahankan gelar Premier League dengan kemenangan telak 3-0 atas Manchester United di musim pertamanya menjadi salah satu momen paling ikonik dalam kariernya.
"Dari semua perpindahan yang saya lakukan sepanjang karier saya, ini tentu saja yang paling lama, dengan drama paling banyak," ujar Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Essien juga mengingat foto dirinya yang menatap trofi Premier League di atas lapangan dengan perasaan tidak percaya setelah pertandingan penentu juara tersebut usai. "I had a good time with the club," kata Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Essien menegaskan bahwa memenangkan banyak trofi serta memiliki hubungan emosional yang baik dengan para penggemar di seluruh dunia adalah hal yang paling penting baginya. "I won a lot of trophies and so I can’t ask for much to be honest," ujar Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Kehadiran para pemain senior di skuad saat ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi para pemain muda yang minim pengalaman atmosfer turnamen internasional besar. "I had a good relationship with the owners, management, staff and fans, and that’s what matters the most for me," kata Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea. Dukungan penuh dari komunitas suporter global dianggap Essien sebagai faktor krusial yang membuatnya selalu memberikan performa terbaik di setiap pertandingan.
"The relationship with the supporters was very good," ujar Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Meskipun performa pribadinya dinilai mengejutkan bagi publik Inggris yang belum mengenalnya saat datang dari Prancis, Essien merasa karakteristik sepak bola Inggris sangat cocok dengan atribut fisiknya. "I have no idea what they would say about my time with the club, but hopefully it will be something positive!" kata Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea. Adaptasi dengan para pemain bintang di ruang ganti Chelsea diakui tidak menjadi masalah besar karena dirinya sudah sering menghadapi nama-nama besar di kompetisi Liga Champions.
"I always did my best and I am sure they would say something along those lines," ujar Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Faktor kedekatan latar belakang perjalanan karier dari Afrika Barat menuju Eropa memperkuat solidaritas di antara para pemain di luar lapangan hijau. "They supported me through thick and thin and they appreciated all my hard work, so I have a lot of time and respect for the Chelsea fans all over the world," kata Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Kenangan manis kejayaan masa lalu tersebut kini berbanding terbalik dengan beban berat yang harus dipikul skuad asuhan Carlos Queiroz saat ini di turnamen resmi. "Even now we still maintain a good relationship, which is very pleasing," ujar Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Ketidakhadiran Kudus membuat beban lini depan Ghana kini bertumpu pada penyerang Manchester City, Antoine Semenyo, yang mencetak 17 gol di Premier League musim ini, serta kapten veteran Jordan Ayew. "Looking back, yes, I think it was a very good fit," kata Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea. Jordan Ayew, yang mencatatkan tujuh gol dan tujuh asis selama kualifikasi global, diproyeksikan menjadi pemain dengan caps terbanyak dalam sejarah Ghana jika diturunkan dalam laga malam nanti.
"Although I think I surprised a few people with my qualities," ujar Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Setelah menghadapi Panama di Toronto, tim nasional Ghana dijadwalkan terbang ke Boston untuk menantang tim nasional Inggris pada Selasa, 23 Juni 2026. "Very few supporters outside France knew me so when they started seeing me play, they took to me very well," kata Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea. Pertandingan terakhir babak penyisihan Grup L bagi Ghana akan berlangsung melawan peraih medali perunggu edisi lalu, Kroasia, di Philadelphia pada Sabtu, 27 Juni 2026.
"My versatility was also another attribute that suited Chelsea," ujar Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Jurnalis olahraga Yaw Ofusu menambahkan bahwa masalah utama sepak bola Ghana bukanlah ketersediaan bakat, melainkan banyaknya kepentingan eksternal yang saling bertabrakan. "I could play in a lot of positions which suited most of the managers I had in my career," kata Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Ketakutan publik untuk datang ke stadion pasca-bencana 2001 dilaporkan sempat merusak iklim bisnis, menurunkan pendapatan tiket, dan menjauhkan sponsor dari klub-klub lokal. "It wasn’t too much of a big deal, to be honest, and it was more about getting to know them," ujar Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Kondisi finansial liga domestik yang memburuk memaksa para pemain muda berbakat Ghana meninggalkan kompetisi lokal lebih awal menuju liga-liga dengan profil rendah seperti Ethiopia dan Libya. "Because I had played in the Champions League and in France for a while, I knew a lot of them and had also played against some big names at the time in Europe, so it wasn’t too much of an issue," kata Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea. Meski mencatatkan hasil impresif dengan meraih 25 poin dari 30 poin maksimal di babak kualifikasi, performa di lapangan dinilai para pendukung belum sepenuhnya solid.
"Also, knowing Didier helped ease me into the dressing room," ujar Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Federasi Sepak Bola Ghana (GFA) berharap penunjukan Carlos Queiroz yang berpengalaman memimpin Portugal dan Iran di Piala Dunia dapat meredam gejolak internal tim. "The Ivorians were probably my best friends when I was at Chelsea – Drogba and [Salomon] Kalou – and also Malouda," kata Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea. Semenyo, yang baru mencetak tiga gol dari 34 penampilan bersama tim nasional, diharapkan mampu mereplikasi ketajamannya di tingkat klub ke panggung Piala Dunia.
"Three of us were from West Africa and had the same journeys to Europe so we probably had a lot in common," ujar Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Jordan Ayew juga berada di bawah tekanan besar karena penampilannya di level internasional sering dibanding-bandingkan dengan warisan sang ayah, Abedi Pele. "For Malouda, I knew him from his days in France with Lyon," kata Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Pertandingan pembuka melawan Panama di BMO Field, Toronto, dijadwalkan berlangsung pada pukul 19:00 waktu setempat. "I also got to know Ashley [Cole] when we went to France for rehab at one point so we became close," ujar Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Kemenangan di laga perdana menjadi harga mati bagi Ghana jika ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur dan mengulangi pencapaian historis perempat final tahun 2010. "As a group we all got on really well, in fairness," kata Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea. Tim nasional Panama sendiri sudah melakukan sesi latihan resmi di stadion tempat pertandingan berlangsung sejak Selasa sore waktu Kanada.
"I remember that very well," ujar Michael Essien, Mantan Pemain Chelsea.
Pihak panitia penyelenggara pertandingan di Toronto mengonfirmasi bahwa seluruh tiket untuk laga Ghana melawan Panama telah terjual habis.