Timnas Belgia Hadapi Timnas Senegal pada Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Timnas Belgia akan berhadapan dengan Timnas Senegal dalam perebutan tiket 16 besar Piala Dunia 2026 di Lumen Field, Seattle, Amerika Serikat, pada Kamis (2/7/2026) pukul 03.00 WIB. Laga krusial ini akan disiarkan secara langsung di TVRI Sport.
Belgia lolos sebagai juara Grup G dengan perolehan lima poin, sementara Senegal melaju sebagai salah satu tim peringkat tiga terbaik setelah mengalahkan Irak 5-0. Pertandingan ini menandai pertemuan pertama bagi kedua belah pihak di kompetisi tingkat dunia.
Menurut simulasi data Opta, Belgia memiliki probabilitas kemenangan sebesar 46,8 persen dalam waktu normal. Red Devils diprediksi kembali mengandalkan kreativitas Kevin De Bruyne di lini tengah, sedangkan Lions of Teranga bertumpu pada kecepatan penyerang sayap Ismaïla Sarr yang telah mencetak tiga gol dalam turnamen ini.
Pelatih Belgia, Rudi Garcia, menyatakan kesiapan timnya dan menanggapi kritik negatif terhadap para pemain veteran.
"I really didn’t appreciate them being called has-beens," ujar Rudi Garcia.
Garcia menambahkan bahwa para pemain bintang Belgia sepatutnya mendapat dukungan penuh dari publik.
"When a nation has players of that calibre, you support them," kata Rudi Garcia.
Terkait hubungannya dengan pelatih Senegal Pape Thiaw, Garcia menceritakan masa lalunya saat merekomendasikan pemain tersebut di sebuah klub Prancis.
"I was following young players and I told Robert: ‘You should have a look at this young Senegalese player,’" ungkap Rudi Garcia.
Ia mengaku terkejut dan gembira saat bertemu kembali dengan Thiaw pada acara undian grup turnamen.
"It’s funny because I had forgotten about it but when we saw each other in December for the [World Cup] draw we hugged and he reminded me," sebut Rudi Garcia.
Meski memiliki hubungan personal yang baik, Garcia memastikan timnya akan bertarung maksimal untuk menyingkirkan Senegal.
"But his career is something that he built – he was a wonderful player and now a wonderful coach. He’s a good man, a good person, but I’m going to defeat him, which is too bad for him… I’m looking forward to seeing him again," pungkas Rudi Garcia.
Menjelang pertandingan sistem gugur ini, pelatih asal Prancis itu menyinggung kembali pencapaian timnya di babak penyisihan grup.
"We wanted to end first in the group and this is what we did," terang Rudi Garcia.
Ia menolak membahas lebih jauh soal hasil imbang sebelumnya dan menegaskan fokus pada tantangan berat melawan Senegal.
"I wish we had won more games – all our games – but we are not going to go back to the past. What matters now is that we have progressed out of the group stage and we know that we are playing the strongest third-placed team: Senegal had a very tough group with France, Norway and Iraq and this is probably why they finished third, but it doesn’t matter because if you want to go far in a World Cup you have to defeat good and excellent teams: Senegal is here and we want to progress," tutur Rudi Garcia.
Mengenai markas latihan tim Belgia yang berada di sekitar kawasan Seattle.
"It’s not a big advantage," ucap Rudi Garcia.
Garcia juga memberikan pandangannya tentang kondisi bek tengah Nathan Ngoy yang baru menyelesaikan masa skorsing.
"Het is goed dat hij terug is. Het gaat heel goed met hem. Ik vond dat hij een zeer goede wedstrijd speelde tegen Egypte en dat was ook het geval tegen Iran," ujar Rudi Garcia.
Ia membela pemain mudanya tersebut terkait insiden kartu merah yang didapatkan pada pertandingan sebelumnya.
"En vooral: het is ook niet voor 100% zijn schuld. Soms moet je de bal wat sneller naar onze doelman spelen," kata Rudi Garcia.
Lebih lanjut, pelatih tim nasional Belgia itu menuntut intensitas dan kedisiplinan tinggi dari barisan pertahanannya.
"Tussen de match tegen Iran en die tegen Nieuw-Zeeland heb ik de nadruk gelegd op grinta en agressiviteit. Soms moet je de bal gewoon de tribune in jassen en niet altijd proper willen uitvoetballen of een mooie verdedigende oplossing zoeken," terang Rudi Garcia.
Garcia menilai pengambilan keputusan taktis murni adalah aspek krusial yang masih harus dipelajari Ngoy.
"Dat is iets wat Nathan, met zijn technische kwaliteiten, nog een beetje moet leren," sebut Rudi Garcia.
Ia memuji ketangguhan Brandon Mechele dan Arthur Theate dalam mematikan skema serangan Selandia Baru di laga terakhir.
"De Nieuw-Zeelanders zijn echte krachthuizen. Maar we wisten dat als we Chris Wood uit zijn match haalden, het gedaan was. Hij heeft geen bal geraakt. Mechele en Theate maakten er korte metten mee," ungkap Rudi Garcia.
Gaya permainan bertahan murni dari Mechele menjadi karakter yang sangat diapresiasi oleh sang pelatih.
"In die zin is een speler als hij interessant. Hij is aanwezig, hij gaat er met het hoofd in, hij brengt intensiteit. Het is een echte verdediger van de oude stempel en die hebben we nodig," kata Rudi Garcia.
Ia menekankan bahwa skuadnya tidak bisa melulu bergantung pada barisan pertahanan yang hanya mahir membangun penguasaan bola.
"Je kunt niet alleen met mooie opbouwende verdedigers spelen. We hebben hard gehamerd op grinta, want dat maakt het verschil op een WK," tegas Rudi Garcia.
Garcia sempat melontarkan pertanyaan kepada penyerang Charles De Ketelaere terkait situasi psikologis di dalam ruang ganti Belgia.
"Are you under pressure? Has the game against New Zealand changed anything?" tanya Rudi Garcia.
Menjawab pertanyaan pelatihnya, De Ketelaere menunjuk kegagalan tim unggulan lain sebagai bukti bahwa predikat favorit tidak banyak menentukan.
"Yesterday showed us that to be favourites or not doesn’t matter," jawab Charles De Ketelaere.
Garcia kemudian langsung menyetujui pernyataan anak asuhnya tersebut dalam konferensi pers.
"Le même chose," timpal Rudi Garcia.
Sementara itu, kapten Senegal Kalidou Koulibaly mengonfirmasi kesiapan fisiknya menjelang partai penentuan ini.
"This decision is up to the coach, but the most important thing for me is that I am ready and at the disposal of the group and the national team," tutur Kalidou Koulibaly.
Bek andalan tersebut berterima kasih kepada staf medis dan pihak klubnya atas dukungan rehabilitasi cederanya.
"I worked hard to be ready for this tournament. I thank the medical and technical staff for trusting me, and I also thank the Al-Hilal staff who helped me a lot. Today I am here to serve my country, and I am very happy to represent Senegal in the World Cup," terang Kalidou Koulibaly.
Koulibaly percaya skuad juara bertahan Afrika itu mampu menampilkan performa gemilang di lapangan hijau.
"I am ready, and the coach will choose the lineup without any pressure. The players who start the match will give their all to win. I don’t think we need to prove anything to anyone.
Everyone saw that we won the Africa Cup of Nations on the field. Today, the competitors are talking about us more, and perhaps the opponent has started to feel some fear of Senegal, but in the end, it is still football, and we will do everything we can to deliver a great match," pungkas Kalidou Koulibaly.
Di pihak Belgia, gelandang Amadou Onana yang memiliki ikatan keluarga di Senegal sempat membagikan cerita motivasi dari sang kakak, Melissa, pada masa sulitnya berkarir.
"we ain’t bitches," kata Melissa.
Kakek Onana juga pernah mengutarakan kebanggaannya terhadap perjalanan karir sang cucu melalui sebuah dokumenter.
"He left home to chase his dream, and he had to earn everything to make it to where he is now. He is a good boy. And I am proud of him," ucap kakek Amadou Onana.
Dari kacamata taktik, analis sepak bola Frank Boeckx menyoroti pentingnya sosok kepemimpinan Brandon Mechele di sektor pertahanan Belgia.
"Laat Mechele beslissen. Ik kan niet lovend genoeg zijn over hem, hij is de leider die we lang gemist hebben," sebut Frank Boeckx.
Boeckx menyarankan tim pelatih untuk langsung berdiskusi dengan pemain bertahannya dalam menyusun komposisi ideal melawan Senegal.
"Daarom zou ik als coach gewoon met Mechele, en eventueel Courtois, eens samenzitten. Met wie hebben jullie de beste klik en wat zijn de voor- of nadelen? Je komt al ver als die driehoek goed staat," tutup Frank Boeckx.