Timnas Argentina Tekuk Swiss Tiga Satu di Piala Dunia

Share

Tim nasional Argentina berhasil menaklukkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu pada pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 di Arrowhead Stadium, Kansas City, pada Minggu, 12 Juli 2026 pagi WIB. Kemenangan dramatis ini mengantarkan skuad asuhan Lionel Scaloni ke babak semifinal untuk menghadapi Inggris, sekaligus menjaga peluang mereka mempertahankan gelar juara dunia. Pertandingan berlangsung ketat sejak awal laga ketika Alexis Mac Allister membuka keunggulan Argentina pada menit ke-10 setelah memanfaatkan umpan sepak pojok dari Lionel Messi.

Swiss kemudian menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-68 melalui tembakan Dan Ndoye yang memanfaatkan umpan matang Ricardo Rodriguez.

Pertandingan mengalami titik balik pada menit ke-72 saat penyerang Swiss, Breel Embolo, diusir keluar lapangan oleh wasit Joao Pinheiro karena menerima kartu kuning kedua akibat melakukan simulasi atau diving di dalam lapangan. Keputusan tersebut diambil setelah wasit meninjau ulang kejadian melalui Video Assistant Referee (VAR) dan membatalkan kartu kuning yang awalnya diberikan kepada gelandang Argentina, Leandro Paredes.

Meski unggul jumlah pemain, Argentina kesulitan membongkar pertahanan rendah Swiss hingga waktu normal habis, sehingga laga harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu dua kali 15 menit. Kebuntuan Argentina akhirnya pecah pada menit ke-112 lewat sepakan jarak jauh Julian Alvarez ke pojok gawang Gregor Kobel, sebelum Lautaro Martinez mengunci kemenangan menjadi 3-1 lewat skema serangan balik pada masa injury time.

Selepas pertandingan yang penuh emosi tersebut, pelatih tim nasional Argentina memberikan analisisnya mengenai performa anak asuhnya yang sempat mengalami tekanan hebat dari tim lawan. "Hoy sufrimos, sabíamos que era un equipo muy físico. No fuimos capaces de salir de ciertas situaciones" kata Lionel Scaloni, Pelatih Argentina. Ia menambahkan bahwa keunggulan jumlah pemain setelah insiden kartu merah menjadi momen penting bagi timnya untuk keluar menyerang, walau masih banyak hal yang harus dievaluasi.

"Hoy estuvo de nuestro lado la suerte, a ellos le expulsaron a un jugador y a partir de ahí el equipa atacó. Hay muchas cosas para mejorar, pero siempre ganando es mejorar" ujar Lionel Scaloni, Pelatih Argentina.

Scaloni juga memberikan penekanan khusus mengenai arti penting keberhasilan pasukannya menembus babak empat besar turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini. "Lo que consiguió este equipo hoy es histórico -enfatizó-, estar en una semifinal nuevamente" kata Lionel Scaloni, Pelatih Argentina. Ia kemudian langsung mengalihkan fokusnya untuk mempersiapkan kondisi fisik para pemain menjelang laga krusial berikutnya melawan tim nasional Inggris.

"Es un equipo que juega muy bien, con un gran entrenador, vamos a recuperarnos que es lo mas importante" kata Lionel Scaloni, Pelatih Argentina.

Di sisi lain, tensi tinggi pertandingan juga sempat melibatkan kapten Argentina, Lionel Messi, yang tertangkap kamera melayangkan protes keras kepada wasit Joao Pinheiro menjelang akhir babak pertama. “No faltes el respeto. Yo te hablé bien, a mi hablame bien” kata Lionel Messi, Kapten Argentina.

Sementara itu, tuduhan miring mengenai keuntungan keputusan wasit yang didapatkan Argentina sepanjang turnamen memicu reaksi keras dari legenda sepak bola negara tersebut. "Los perdedores siempre van a llorar. Y para pensar que te regalan un Mundial hay que ser muy, muy…" kata Mario Alberto Kempes, Mantan Penyerang Argentina.

Kempes menyatakan bahwa komentar negatif dari publik bukan merupakan hal baru karena dirinya sudah mengalaminya sejak menjuarai Piala Dunia edisi terdahulu. "Después de todo lo que nos dijeron a nosotros en el 78 ya estoy curado de espanto" ujar Mario Alberto Kempes, Mantan Penyerang Argentina. Ia menilai isu bantuan wasit ini sengaja terus diembuskan sejak turnamen di Qatar, namun ia memilih untuk tidak terlalu ambil pusing.

"¿Qué podés decir? Que sigan hablando, no hay problema. Si respondés cada vez que te preguntan, te volvés loco" tutur Mario Alberto Kempes, Mantan Penyerang Argentina.

Lebih lanjut, ia merasa sangat bersyukur atas fondasi rasa hormat yang telah dibangun oleh generasinya untuk sepak bola Argentina saat ini. "El recognitionone uno lo agradece porque, quieran o no, la primera piedra la pusimos nosotros. Desde el 78 nos ganamos el respeto" ucap Mario Alberto Kempes, Mantan Penyerang Argentina. Kempes juga berpendapat bahwa generasi saat ini di bawah arahan Scaloni berpotensi menjadi tim terbaik sepanjang sejarah jika mampu mempertahankan trofi juara.

"Yo siempre lo dije: las tres selecciones han sido mejores en su momento. Si esta llega a salir bicampeona, esta va a ser the mejor. Eso está más claro que el agua. De momento los tres vamos empatados" kata Mario Alberto Kempes, Mantan Penyerang Argentina.

Melihat dinamika taktik di Amerika Utara, ia mengamati adanya kecenderungan dari tim kontestan lain untuk bermain lebih bertahan. "Estamos viendo un Mundial muy irregular, quizás un poco mezquino, porque cada uno se defiende con las armas que tiene" kata Mario Alberto Kempes, Mantan Penyerang Argentina.

Meski demikian, dirinya tetap memprediksi beberapa negara besar Eropa akan bersaing ketat dengan Argentina untuk mencapai laga puncak. "Entre España, Francia y Argentina va a estar la final, pero también está Inglaterra y ya veremos lo que pasa" ujar Mario Alberto Kempes, Mantan Penyerang Argentina.

Ia mengingatkan agar para pemain Albiceleste tidak kehilangan fokus mental karena tim lawan dipastikan tidak akan bermain terbuka. "Nadie le va a salir a jugar cara a cara, pero son partidos que hay que pensarlos mucho, trabajarlos mentalmente y no equivocarse" kata Mario Alberto Kempes, Mantan Penyerang Argentina. Ia kemudian memuji kerja sama taktis seluruh pemain yang sebelumnya sempat berhasil membalikkan kedudukan secara kilat pada babak 16 besar melawan Mesir.

"Los mejores jugadores del mundo te pueden ganar partidos dan los campeonatos te los gana el equipo" tutur Mario Alberto Kempes, Mantan Penyerang Argentina.

Rasa percaya diri kolektif yang tinggi dinilainya menjadi kunci utama di balik ketangguhan performa luar biasa tim dalam fase gugur. "La revolución que hubo el otro día when Argentina perdía 2 a 0 fue del equipo. El equipo estaba tan confiado que hizo un esfuerzo titánico y salieron bien las cosas.

En doce minutos es muy difícil remontarle a un equipo como Egipto" kata Mario Alberto Kempes, Mantan Penyerang Argentina. Kempes menegaskan kembali bahwa status pelatih terbaik sepanjang masa akan sepenuhnya terbukti jika target besar di turnamen ini tercapai.

"Si Scaloni y esta hermosa banda que tiene Argentina consiguen el bicampeonato del mundo, van a ser los mejores de la historia y todos lo vamos a festejar" kata Mario Alberto Kempes, Mantan Penyerang Argentina.

Pertandingan semifinal antara Argentina melawan Inggris dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026 pukul 16:00 waktu setempat di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author