Tim Klewang Polresta Padang Menyamar Demi Tangkap Pelaku Kejahatan

Share

Kepala Tim Klewang Polresta Padang Aiptu Dafit Rico Darmawan menerapkan strategi penyamaran unik untuk menangkap para pelaku kejahatan di wilayah Padang, Sumatera Barat. Langkah taktis dari jajaran Satreskrim Polresta Padang tersebut dilansir dari Detikcom pada Senin (22/6/2026).

Penegasan mengenai komitmen pelayanan tersebut disampaikan langsung oleh Kasubnit II Unit VI Satreskrim Polresta Padang yang telah bertugas selama 25 tahun di bidang reserse kriminal itu saat menjelaskan dedikasi timnya.

"Kita berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pada saat kita dibutuhkan dan pada saat masyarakat melaporkan kepada kami tim Klewang Polresta Padang," kata David Wewe, Kepala Tim Klewang Polresta Padang.

Dalam melancarkan aksi penangkapan, personel kepolisian ini kerap mengubah identitas visualnya menjadi profesi lain seperti pengamen, driver ojek online, hingga emak-emak yang mengenakan jilbab serta kain sarung.

"Setiap tugas kita di lapangan itu kita mempunyai teknik tersendiri, kita pernah melakukan penyamaran sebagai emak-emak menggunakan jilbab besar sama besar dan kain sarungnya dan pernah kita menjadi pengamen agar para penumpang lainnya tetap aman dan tidak memberikan rasa cemas atau tegang kepada masyarakat pada saat kita melakukan penangkapan," ucap David.

Langkah penyamaran tersebut sengaja diambil mengingat profil para target operasi di lapangan sering kali sudah mengenali wajah asli dari para anggota kepolisian yang bertugas.

"Pernah menjadi ojol untuk mengelabui para penjahat, dan pernah menjadi ustaz karena TO (target operasi) kita ini sudah hafal betul dengan wajah rekan-rekan kita. Jadi kita mengelabui mereka yang penting kegiatan atau penangkapan kita saat itu memperoleh keberhasilan," tambah David.

Berbagai kasus besar seperti perampokan ATM, raja jambret, hingga raja curanmor berhasil diungkap oleh David, namun kasus penganiayaan brutal terhadap seorang nenek berusia 84 tahun bernama Kuslina menjadi yang paling berkesan baginya.

"Kemudian si nenek pingsan, untung pingsan, kalau tidak pingsan mungkin si nenek tidak bernyawa lagi. Dikira si pelaku ini si nenek sudah tidak bernyawa atau meninggal, akhirnya baru ditinggalkan oleh si pelaku," ujar David.

Penyelidikan cepat segera dilakukan oleh Tim Klewang setelah menerima laporan, hingga akhirnya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, pelaku yang ternyata keponakan korban berhasil diringkus.

"Kita 1×24 jam bisa melakukan pengungkapan dan langsung menindaklanjuti dengan tegas si pelaku pencurian dengan kekerasan tersebut yang tidak lain lagi adalah keponakan daripada nenek selaku korban tersebut," kata David.

Apresiasi besar kemudian datang dari pihak keluarga korban yang merasa tidak menyangka bahwa pihak kepolisian dapat merespons serta menyelesaikan kasus kekerasan tersebut dalam waktu yang sangat singkat.

"Saya sendiri satu keluarga dengan kakak saya merasa nggak nyangka juga karena begitu cepat merespons, menanggapi kejadian ini dan si pelaku itu langsung mengakui semuanya. Hebat Pak David, terima kasih banyak, kami tidak bisa melupakannya," ucap Elmiyaki, Anak Korban.

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Muhammad memberikan pujian terhadap keberanian David, sembari menyoroti proses penyelidikan dan pengorbanan anggota di lapangan yang sering kali luput dari perhatian publik.

"Terkait dengan proses penangkapan yang dilakukan oleh Aiptu David sehingga viral, sampai saat ini khususnya kami di Satuan Reserse itu terkadang hanya pengungkapan saja yang terekspos. Tapi bagaimana proses untuk melakukan penyelidikan, serangkaian proses pengorbanan yang telah dilakukan oleh anggota sehingga bisa melakukan pengungkapan itu jarang diekspose," ujar Kompol Muhammad, Kasat Reskrim Polresta Padang.

Kendati demikian, Kompol Yasin selaku pimpinan tetap memberikan wejangan penting agar popularitas tidak membuat anggota melupakan esensi utama dari tugas kepolisian.

"Saya menekankan ketika popularitas meninggalkan kita hanya satu yang tidak boleh kita tinggalkan komitmen, profesional dan integritas di dalam pelaksanaan tugas. Paling penting adalah menjaga kepercayaan yang telah diberikan masyarakat kepada kami sebagai personel Polri," imbuh Kompol Yasin.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author