Tim ITS Kembangkan Mobil Listrik Otonom dengan Sistem Modular

Share

Tim dari Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan teknologi mobil listrik tanpa pengemudi dengan sistem modular. Inovasi ini bertujuan menghadirkan solusi otonom yang lebih inklusif dan terjangkau, seperti dilansir dari Detikcom.

Dr Rudy Dikairono ST MT menjelaskan mobil listrik yang digunakan sudah memiliki sistem ADAS (Advanced Driver Assistance System) yang kemudian dimodifikasi untuk diganti dengan sistem otonom yang dikembangkan tim ITS.

"Untuk mobil yang sudah memiliki ADAS seperti ini, kita lakukan pergantian sistemnya dengan kita matikan ADAS bawaan dari mobilnya," ujar Rudy.

Implementasi sistem otonom lebih mudah diterapkan pada mobil listrik karena integrasi elektroniknya lebih sederhana. Mobil dapat beroperasi dalam dua mode, manual dan otonom.

"Kami ingin menghadirkan solusi otonom yang lebih inklusif dan terjangkau," tambah Rudy, pakar robotika dan sistem cerdas ITS.

Sistem otonom ini menggunakan konsep modular dengan menambah sensor canggih, antara lain teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) untuk pengukuran jarak, serta Global Positioning System (GPS) atau peta digital. Kombinasi sensor ini memungkinkan mobil membaca kondisi lingkungan secara komprehensif.

"Sistem kami membuat mobil mampu mengenali lingkungan dan menentukan rute secara mandiri," jelas Rudy.

Mobil juga dapat menentukan titik tujuan dan jalur perjalanan otomatis serta menyesuaikan rute sesuai kondisi jalan.

Tim ITS sudah melakukan uji coba sistem ini di lingkungan kampus dengan memperhatikan regulasi Indonesia. Hasil uji coba menunjukkan kendaraan dapat mendeteksi hambatan dan merespons secara adaptif.

"Kami terus meningkatkan aspek keamanan agar kendaraan semakin responsif terhadap kondisi jalan," ujar Manajer Senior STP ICT dan Robotika ITS.

Ke depan, tim akan mengembangkan fitur manuver menyalip dan penyesuaian kecepatan otomatis. Sistem ini juga direncanakan diterapkan di bidang lain seperti pertanian dan industri.

"Kami terbuka untuk kolaborasi dengan industri agar inovasi ini bisa diimplementasikan lebih luas," tutup Rudy.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author