Tim Hukum Ruben Onsu Ancam Laporkan Penyebar Hoaks Isu Penyakit Menular
Kuasa hukum presenter Ruben Onsu, Minola Sebayang, memperingatkan pihak-pihak yang menyebarkan narasi bohong mengenai kondisi kesehatan kliennya di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Minggu (2/8/2026). Langkah tegas ini diambil setelah muncul spekulasi liar di media sosial terkait penyakit menular yang dipicu oleh hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) pada tangkapan layar percakapan WhatsApp.
Pihak Ruben Onsu melampirkan bukti dokumen medis dari rumah sakit swasta bertanggal 25 Juli 2026 yang menyatakan hasil pemeriksaan laboratorium atas nama Ruben Samuel Onsu berstatus Non-Reaktif atau negatif.
Minola menegaskan bahwa tes laboratorium tersebut sudah direncanakan sejak awal untuk kebutuhan persidangan, bukan karena panik akibat isu viral.
"Pemeriksaan itu dilakukan pada tanggal 25 Juli. Jadi bukan karena ada masalah ini terus kita buru-buru periksa, tidak. Ini sudah dipersiapkan sejak lama untuk kepentingan pembuktian di persidangan," ujar Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu.
Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk membuka hasil medis ke publik diambil guna meluruskan opini masyarakat yang terus berkembang di tengah proses mediasi perceraian dan hak asuh anak.
"Hasilnya Non-Reaktif. Jadi artinya tidak ada seperti apa yang disampaikan dan dipertanyakan banyak orang hari ini," ujar Minola Sebayang.
Lebih lanjut, Minola memperingatkan oknum masyarakat atau media sosial agar membagikan data pribadi tanpa izin maupun menyebar rumor yang belum jelas kebenarannya.
"Kami peringatkan, jangan mengambil bagian untuk menyebarkan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tidak menutup kemungkinan pada waktunya kami bisa melakukan upaya hukum," ujar Minola Sebayang.
Perselisihan ini bermula ketika Minola memperlihatkan bukti percakapan di tayangan YouTube Denny Sumargo pada Sabtu (1/8/2026) untuk membantah tuduhan Sarwendah soal komplikasi komunikasi. Sejumlah warganet kemudian memperjelas tangkapan layar itu memakai AI hingga memicu rumor kesehatan tersebut. Saat ini, pihak Ruben Onsu fokus mempersiapkan sidang mediasi lanjutan terkait hak asuh anak pada 6 Agustus 2026.