Tim Farmasi RSI Unisma Mengundurkan Diri Berjemaah Akibat Masalah Gaji
Aksi pengunduran diri massal dilakukan oleh seluruh tim farmasi rawat inap Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma Kota Malang, Jawa Timur, akibat penundaan dan pemotongan gaji oleh manajemen pada Juli 2026. Penurunan kesejahteraan serta tingginya beban kerja memicu para pegawai mengambil langkah drastis tersebut secara bersama-sama, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Permasalahan finansial yang terjadi di rumah sakit swasta ini dilaporkan terus memburuk seiring berjalannya waktu. Sebelum pemangkasan upah sebesar 50 persen diterapkan, pembayaran upah para pegawai sempat dicicil hingga tidak dibayarkan sama sekali selama tiga bulan berturut-turut.
Kekecewaan mendalam atas ketimpangan beban operasional tiga shift penuh dengan kesejahteraan yang didapat kemudian diluapkan oleh perwakilan mantan karyawan melalui media sosial.
"Bukan karena tekanan pekerjaan karena semua relatif dan masih sebanding dengan gajinya (pada saat itu)," tulis akun @iniaku9395 dilihat detikJatim.
Akibat gelombang pengunduran diri tersebut, operasional ruang pelayanan farmasi untuk pasien rawat inap sempat dikabarkan berhenti total. Kasus perselisihan hubungan industrial ini juga dilaporkan telah memasuki tahap pemanggilan oleh Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang.
Pihak rumah sakit menyatakan saat ini masih berupaya memprioritaskan stabilitas pelayanan medis kepada para pasien di tengah bergulirnya masalah internal ini.
"Untuk teman-teman yang resign, kami dari manajemen menghormati pilihan teman-teman. Berkarier dimanapun kami sangat menghormati pilihannya. Semoga mendapatkan kebaikan dimanapun berada," ujar Human Resources Development (HRD) RSI Unisma, Nofa Diana, saat dikonfirmasi.
Hingga saat ini, manajemen rumah sakit tersebut mengaku belum mengantongi jumlah pasti terkait total pegawai bagian farmasi yang telah mengundurkan diri.
"Ada beberapa yang resign, saya lupa totalnya. Karena beberapa hari ini kami fokus pada pelayanan rumah sakit, dan permasalahan yang sebelumnya terjadi," tutup Nofa.