Tijjani Reijnders Sepakat Pindah ke Al Qadsiah dari Manchester City
Gelandang Manchester City Tijjani Reijnders siap meninggalkan klub untuk bergabung dengan klub Liga Pro Arab Saudi Al Qadsiah setelah kedua pihak mencapai kesepakatan transfer senilai 61 juta euro.
Pemain asal Belanda berusia 28 tahun tersebut dilaporkan akan menerima gaji bersih yang berpotensi melampaui 100 juta euro selama durasi kontrak lima musim bersama Al Qadsiah di Dammam. Reijnders sebelumnya menerima gaji setara 7 juta euro per tahun sejak didatangkan dari AC Milan pada musim lalu.
Kesepakatan awal mencakup durasi empat musim dengan opsi perpanjangan satu musim, yang menjamin pendapatan sebesar 80 juta euro. Pada sesi latihan hari Kamis, Reijnders sudah tidak tampak bergabung bersama skuad Manchester City guna menghindari risiko cedera sebelum proses kepindahan selesai.
Manajer Manchester City Enzo Maresca mengonfirmasi bahwa kepindahan sang pemain kini tinggal menunggu waktu usai berdiskusi beberapa kali selama pramusim.
"Agak sulit untuk meyakinkan pemain ketika mereka sendiri sudah yakin, itu tidak selalu mudah. Itulah situasi Tijani," kata Enzo Maresca, Manajer Manchester City.
Maresca menambahkan bahwa keputusan berpisah menjadi opsi terbaik ketika seluruh pihak memiliki pandangan yang sama mengenai masa depan sang gelandang.
"Saya pikir ketika klub, pemain, dan manajer berpikiran sama, itu mungkin keputusan terbaik bagi pemain untuk pergi? Mereka pergi," ujar Enzo Maresca, Manajer Manchester City.
Situasi kepindahan ini dinilai mirip dengan beberapa pemain lain yang menginginkan kesempatan bermain lebih banyak setelah melewati satu musim di Etihad Stadium.
"Tij belum resmi selesai, tetapi kita akan lihat dalam beberapa jam ke depan. Saya sudah berbicara dengannya beberapa kali di pramusim, lalu kita akan lihat apakah dia akan pergi atau tinggal, kami mencoba," tutur Enzo Maresca, Manajer Manchester City.
Maresca menilai performa Reijnders selama laga pramusim cukup memuaskan meskipun ditempatkan pada posisi yang sedikit berbeda dibandingkan saat membela AC Milan.
"Dalam cara dia bermain di pertandingan pramusim, secara keseluruhan saya cukup senang dengan penampilannya. Saya mengenal Tij dari Italia, dari Milan saat dia di sana, jadi saya cukup mengenalnya. Saya tahu di sana dia bermain di posisi berbeda, dia lebih suka bermain sedikit lebih dalam daripada di lini depan, tetapi sekali lagi di pramusim dia tampil baik," ungkap Enzo Maresca, Manajer Manchester City.
Keputusan sang pemain untuk hengkang didasari oleh keinginan mendapat menit bermain yang lebih konsisten secara reguler.
"Kita akan lihat apa yang terjadi dan kita akan memutuskan," kata Enzo Maresca, Manajer Manchester City.
Maresca memahami bahwa minimnya kesempatan tampil sebagai starter kerap memicu keresahan pada pemain profesional.
"Mungkin, ya," tambah Enzo Maresca, Manajer Manchester City.
Kurangnya kesempatan bermain pada musim sebelumnya diakui memengaruhi keputusan sejumlah pilar untuk mencari klub baru.
"Seperti yang saya katakan, mereka semua bekerja setiap hari, mereka melakukan sesi latihan setiap hari dan di akhir pekan mereka semua ingin bermain. Ketika mereka tidak bermain, mereka kesulitan memahami atau melihat alasannya. Saya dapat memahami bahwa setelah satu musim, beberapa dari mereka ingin bermain sedikit lebih banyak. Itu situasi yang normal," ujar Enzo Maresca, Manajer Manchester City.
Selain ketertarikan Al Qadsiah, Nottingham Forest sempat dikabarkan berminat memboyong Reijnders. Namun klub asal Inggris tersebut kalah bersaing dalam penawaran nilai transfer.
Maresca juga membeberkan kondisi penyerang Savinho yang absen dari sesi latihan karena masalah kesehatan di tengah rumor ketertarikan dari Tottenham Hotspur.
"[Pada hari Kamis] dia bukan bagian dari sesi latihan. Dia agak sakit. Kita lihat saja nanti, sesinya sore hari [pada hari Jumat], kita lihat bagaimana kondisinya dan kita akan memutuskan," pungkas Enzo Maresca, Manajer Manchester City.