Thomas Tuchel Panggil Ivan Toney Masuk Skuad Piala Dunia Inggris
Manajer Tim Nasional Inggris Thomas Tuchel resmi menyertakan penyerang Al-Ahli Ivan Toney ke dalam skuad berisi 26 pemain untuk Piala Dunia 2026 pada Jumat (22/5). Pemanggilan penyerang berusia 30 tahun tersebut menjadi kejutan besar dalam pengumuman resmi menjelang turnamen di Amerika Utara bulan depan.
Dilansir Independent, keputusan Tuchel memanggil Toney didasari oleh efektivitas sang pemain pada Euro 2024 serta rekor penalti yang luar biasa. Toney tercatat memiliki kesuksesan penalti sebesar 95 persen setelah mencetak 58 gol dari 62 kesempatan sepanjang karier profesionalnya.
Ketajaman Toney di Arab Saudi juga menjadi pertimbangan utama setelah dirinya mengemas 42 gol dalam 48 penampilan bersama Al-Ahli musim ini. Ketajaman mantan bintang Brentford tersebut turut membawa klubnya mempertahankan gelar AFC Champions League Elite.
Hounslow Herald melaporkan bahwa Toney diproyeksikan menjadi striker pilihan ketiga di bawah kapten Harry Kane dan penyerang Aston Villa Ollie Watkins. Di sisi lain, Tuchel secara mengejutkan mencoret sejumlah nama besar seperti Harry Maguire, Phil Foden, dan Cole Palmer.
Mengenai keputusannya menyertakan Toney sejak musim panas lalu, Tuchel memiliki alasan kuat terkait kontribusi besar sang penyerang di kompetisi Asia.
"He deserves to be with us and I am convinced, because he scored over 20 goals for his team this season," ujar Thomas Tuchel, Pelatih Tim Nasional Inggris.
Tuchel juga menambahkan bahwa keberhasilan Toney meraih trofi serta sumbangsih gol dan assist yang tinggi menjadi faktor penentu kelayakannya berada di tim nasional.
"He won a major title with the Asian Champions League, he had a big contribution with goals and assists." kata Thomas Tuchel, Pelatih Tim Nasional Inggris.
Manajer asal Jerman tersebut sebelumnya sempat berencana untuk memantau langsung performa Toney di Arab Saudi namun terkendala jadwal.
"I said last time [in March] that I would try to put a visit in my schedule [to Saudi Arabia] which I didn't make, so I thought bring him [Toney] over and let him travel with us." kata Thomas Tuchel, Pelatih Tim Nasional Inggris.
Selain performa impresif, Toney sempat memicu kontroversi di Liga Pro Saudi setelah melayangkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit melalui media sosial bulan lalu.
"Two of these actions went to VAR and one didn't. It's actually crazy how you can miss things like this in crucial moments or choose to turn a blind eye. And without saying too much that may get me in trouble, it's clear what's being influenced here!!!" tulis Ivan Toney, Penyerang Al-Ahli.
Toney juga memprotes sikap wasit di lapangan yang memintanya fokus pada kompetisi lain saat peninjauan VAR sedang berlangsung.
"Also with the referee telling us to concentrate on a different competition whilst VAR is going on is beyond me. And to add with the referee agreeing that the first one was a penalty in the 90+ minute like that's going to help. But listen I guess I'm probably the bad guy for speaking some truths and pointing out questionable decisions or sh*t refereeing." tulis Ivan Toney, Penyerang Al-Ahli.
Ketegangan tersebut berlanjut pada sesi wawancara pascapertandingan saat Toney menuntut transparansi rekaman audio antara wasit dan petugas VAR.
"I don't know if the referee turned off his microphone before he said what he told me: 'Focus on the Asian Champions League.' This is why we need the audio recordings to be released, so the fans can see the truth." ujar Ivan Toney, Penyerang Al-Ahli.
Terlepas dari kontroversi domestik tersebut, Football London mencatat bahwa Toney kini bersiap melakoni reuni bersama Tiga Singa setelah terakhir kali tampil pada laga persahabatan melawan Senegal tahun lalu.