Telkomsel Pacu UKM Go Global Lewat DCE Academy 2026
Akselerasi digital bagi pelaku usaha kecil dan menengah terus digulirkan melalui inisiatif strategis. Telkomsel menggelar program Digital Creative Entrepreneurs atau DCE Academy & Summit 2026 di Bandung, Jawa Barat. Langkah ini menjadi wujud nyata dalam mendampingi para pelaku usaha agar siap berkembang di era kecerdasan artifisial atau AI.
Seperti dilansir dari Detik iNET, agenda tahun ini mengusung tema "AI-Enabled SMEs Growth: How Locals Go Global". Program tersebut mengintegrasikan proses pembelajaran, mentoring, live shopping, benchmarking, pitching, hingga sesi berbagi inspirasi bersama para pelaku ekosistem kreatif.
Melalui inisiatif ini, perusahaan telekomunikasi tersebut berupaya memperkuat kapabilitas, kreativitas, dan daya saing makro pelaku usaha lewat pendekatan berbasis AI. Pola tersebut diterapkan agar transformasi digital yang dijalankan dapat berjalan secara lebih berkelanjutan.
Para peserta mendapatkan berbagai pembekalan materi praktis selama mengikuti DCE Academy. Materi tersebut mencakup pemahaman tren pasar, pengembangan produk, akses pendanaan, branding, pemasaran digital, networking, kepemimpinan, hingga optimalisasi kanal digital seperti live shopping.
"Melalui DCE Academy & Summit 2026, Telkomsel ingin memastikan teknologi, termasuk AI, dapat dipahami dan dimanfaatkan secara relevan oleh pelaku UKM. Bagi kami, inovasi digital bukan hanya tentang teknologi yang semakin maju, tetapi tentang bagaimana teknologi tersebut membantu pelaku usaha mengambil keputusan lebih baik, menjangkau pelanggan lebih luas, dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Inilah bagian dari komitmen Telkomsel untuk terus melayani sepenuh hati dan membuka peluang pertumbuhan masa depan yang lebih inklusif," ujar VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, Minggu (5/7/2026).
Program pemberdayaan ini mengundang antusiasme yang tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia. Tercatat ada lebih dari 2.900 pelaku usaha yang mendaftarkan diri. Dari total tersebut, disaring 500 unit usaha terbaik untuk fase onboarding, hingga akhirnya terpilih 12 pelaku usaha yang melaju ke babak utama.
Sistem kurasi bertahap diterapkan untuk memastikan setiap peserta yang lolos memiliki produk kompetitif. Mereka dipersiapkan untuk mengembangkan model bisnis, memperluas akses pasar, serta melahirkan dampak sosial yang berkelanjutan.
Ajang kompetisi dan pembelajaran ini mengumpulkan 12 pelaku usaha terbaik yang terbagi ke dalam empat kategori utama. Kategori tersebut meliputi Fashion, Food & Beverages, Craft, serta Personal Care.
Para finalis tersebut merepresentasikan berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Sumatera Utara, Papua, hingga DKI Jakarta. Setiap unit usaha menampilkan keunikan potensi lokal dengan prinsip keberlanjutan.
Proses evaluasi performa peserta bertumpu pada lima indikator utama. Aspek penilaian tersebut mencakup keunggulan produk, model bisnis, strategi pemasaran, tingkat digitalisasi, serta kontribusi positif terhadap lingkungan dan sosial.
Puncak acara dimeriahkan dengan serangkaian agenda interaktif seperti sesi presentasi bisnis, diskusi inspiratif, bazar, dan ruang jejaring. Penghargaan khusus juga diberikan untuk pemenang terbaik di setiap jalur kategori serta gelar Best of the Best.
Inisiatif ini merefleksikan implementasi tanggung jawab sosial perusahaan dan komitmen keberlanjutan yang nyata. Pendampingan difokuskan pada peningkatan kapasitas internal usaha serta perluasan jangkauan pasar global.
Dampak Nyata Pendampingan Sektor Usaha
Manfaat langsung dari program mentoring ini dirasakan oleh para peserta yang terlibat sejak awal tahapan pembinaan. Pola pelatihan dinilai berhasil mengubah sudut pandang pengelolaan usaha menjadi lebih terukur.
"Sejak hari pertama mengikuti DCE, kami mendapatkan pendampingan yang sangat membantu untuk melihat bisnis dengan lebih strategis. Melalui rangkaian program ini, kami belajar bagaimana memperkuat produk, membangun cerita brand, sampai memanfaatkan teknologi untuk menjangkau pelanggan lebih luas. DCE memberi kami ruang untuk bertumbuh lebih percaya diri," ungkap Founder RUMA Papua sekaligus peraih Best of the Best DCE 2026, Dian Lestari.
Secara akumulatif hingga tahun 2026, program ini telah menjaring minat lebih dari 12.800 pendaftar di seluruh Indonesia. Gerakan ini telah membina lebih dari 1.180 alumni, mencetak 22 lulusan terbaik, serta mengucurkan dana hibah bernilai miliaran Rupiah.
Indikator keberhasilan program terlihat dari kapasitas produksi alumni yang meningkat beserta omzet usaha yang meluas. Ke depan, ruang kolaborasi ini akan terus diperkuat bersama para mentor dan pakar industri digital.