PT Telkom Indonesia Tingkatkan Dana Buyback Saham Jadi Rp4 Triliun

Share

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) meningkatkan anggaran rencana pembelian kembali saham atau buyback menjadi Rp4 triliun dari rencana awal sebesar Rp1 triliun, dilansir dari Bloomberg Technoz pada Jumat (5/6/2026).

Langkah emiten telekomunikasi negara tersebut diambil dari kas internal dan sudah mencakup seluruh biaya transaksi terkait, termasuk komisi serta biaya pedagang perantara.

"Perseroan bertujuan untuk memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang dan prospek yang dimiliki perseroan," dikutip dari keterbukaan informasi TLKM, Jumat (5/6/2026).

Aksi korporasi ini diproyeksikan menurunkan aset dan ekuitas Telkom maksimal Rp4 triliun, sehingga masing-masing menjadi sekitar Rp282,28 triliun dan Rp145,05 triliun, sementara laba per saham (EPS) diperkirakan naik ke Rp183,1.

Pelaksanaan buyback dijadwalkan berlangsung hingga 12 bulan setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan diselenggarakan pada 8 Juni 2026.

Keputusan memperbesar alokasi buyback ini bertepatan dengan merosotnya performa saham TLKM di bursa sebesar 16,67 persen secara year-to-date ke level Rp2.900 per saham hingga penutupan perdagangan Kamis (5/6/2026), sejalan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 32,46 persen.

Merespons situasi pasar modal, Pejabat Sementara (PJS) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan bahwa otoritas bersama regulator telah menempuh berbagai langkah kewenangan demi mengembalikan kepercayaan investor.

"Ya, tentu kami bersama-sama melakukan segala upaya yang bisa kami lakukan, tadi saya sampaikan, untuk bisa memulihkan kepercayaan tersebut," kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta pada Kamis (4/6/2026).

Meskipun tidak menjawab langsung mengenai ada atau tidaknya arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait fluktuasi IHSG, Jeffrey menekankan bahwa koordinasi harian terus berjalan.

"Tentu kami dalam keseharian kami selalu berkoordinasi dengan OJK," imbuh Jeffrey.

Dari sisi kinerja keuangan kuartal pertama 2026, Telkom mencatatkan pendapatan konsolidasi Rp37,2 triliun atau tumbuh 1,5 persen secara tahunan, serta EBITDA sebesar Rp18,0 triliun dengan margin 48,3 persen.

Laba bersih perseroan tercatat Rp4,3 triliun, sedangkan laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp5,1 triliun, di mana penurunan laba bersih tahunan dipengaruhi oleh percepatan depresiasi serta proses normalisasi bisnis.

Arus kas operasional perusahaan tumbuh 3,1 persen menjadi Rp17,3 triliun yang didorong oleh efisiensi biaya dan disiplin penagihan dalam fase transformasi melalui strategi TLKM 30.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengungkapkan bahwa korporasi akan terus mengakselerasi implementasi strategi guna meningkatkan daya saing.

“Tahun ini, Telkom akan semakin gencar dalam mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi menciptakan value yang optimal dan memastikan keberlangsungan perusahaan yang semakin solid ke depannya,” ujar Dian Siswarini.

Pada lini B2C, anak usaha Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasian Rp27,6 triliun atau naik 1,3 persen berkat kontribusi bisnis digital dan kenaikan payload data sebesar 2,3 persen.

Telkomsel juga sukses mendongkrak rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU) sebesar 6,4 persen secara tahunan menjadi Rp45.100 melalui strategi disiplin harga dan penyederhanaan produk.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author