Tekanan Rupiah Katrol Yield SRBI Tenor 12 Bulan ke 6,75 Persen

Share

Bank Indonesia mencatat lonjakan imbal hasil atau yield Sekuritas Rupiah Bank Indonesia untuk tenor 12 bulan hingga mencapai posisi 6,75 persen pada lelang yang berlangsung hari Jumat, 22 Mei 2026.

Kenaikan signifikan pada instrumen moneter tersebut menjadi level tertinggi sejak Januari 2025 yang dipicu oleh tekanan yang sedang dihadapi oleh mata uang rupiah.

Hasil lelang bank sentral menunjukkan bahwa rata-rata tertimbang imbal hasil bagi pemenang berada di angka 6,52 persen untuk tenor 6 bulan dan 6,67 persen untuk tenor 9 bulan, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.

Sebelum keputusan pemenang lelang ditetapkan, sejumlah investor bahkan terpantau mengajukan penawaran imbal hasil yang menyentuh kisaran hingga 7,7 persen.

Situasi pasar domestik saat pelaksanaan lelang memang sedang diwarnai berbagai sentimen negatif, mulai dari kecemasan investor terkait badan ekspor, persoalan fiskal, hingga indikasi rapuhnya ketahanan eksternal nasional.

Kondisi tersebut berdampak pada penurunan nilai penawaran yang masuk untuk tenor 12 bulan menjadi Rp46,78 triliun, menyusut dari lelang periode 13 Mei 2026 sebesar Rp50,7 triliun dan lelang tanggal 8 Mei 2026 yang sempat menembus Rp70,9 triliun.

Penurunan minat ini membuat nominal yang dimenangkan Bank Indonesia pada tenor 12 bulan berkurang menjadi Rp12,25 triliun, berbanding terbalik dari pencapaian lelang sebelumnya yang masing-masing mencapai Rp16 triliun dan Rp23,5 triliun.

Secara akumulatif dari seluruh tenor yang dibuka, total penawaran masuk mencapai Rp54,53 triliun, namun Bank Indonesia tercatat hanya menyerap dana sebesar Rp18 triliun.

Jumlah serapan total tersebut berada di bawah perolehan lelang hari Rabu, 13 Mei 2026 yang berada pada angka Rp22 triliun, serta hasil lelang hari Jumat, 8 Mei 2026 yang mampu mengantongi dana hingga Rp30 triliun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author