IHSG Turun ke Level 6394 Akibat Eskalasi Geopolitik AS Iran
Eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menekan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia hingga melemah 0,86 persen atau 55,70 poin ke posisi 6.394,13 pada perdagangan Rabu (19/8/2026).
Pelemahan pasar modal domestik ini terjadi seiring dengan jatuhnya mayoritas indeks saham di kawasan Asia. Sementara itu, indeks LQ45 turut terkoreksi 3,56 poin atau 0,56 persen menuju level 627,47.
Kondisi pasar global memburuk setelah Iran mempertimbangkan serangan terhadap aset-aset AS di Siprus dan Bulgaria. Di sisi lain, Uni Emirat Arab menghentikan seluruh transaksi keuangan dengan Iran usai mendeteksi peluncuran rudal ke wilayah perairannya.
"Mayoritas indeks di bursa kawasan Asia ditutup melemah di tengah kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan geopolitik," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Kenaikan tensi militer tersebut berdampak langsung pada kekhawatiran pasokan minyak mentah dunia.
"Kekhawatiran akan memanasnya ketegangan geopolitik yang meluas dan dampaknya terhadap harga minyak menjadi faktor negatif," ujar Ratna.
Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen, deposit facility 4,75 persen, dan lending facility 6,5 persen. Pelemahan indeks dolar AS juga memicu penguatan rupiah 0,12 persen ke posisi Rp17.862 per dolar AS.
Sektor barang baku memimpin penurunan sembilan sektor sebesar 1,14 persen, sedangkan sektor infrastruktur menguat 0,73 persen. Perdagangan ditutup dengan nilai transaksi mencapai Rp14,25 triliun dari 34,26 miliar saham yang ditransaksikan.