Herry Gunawan Soroti Independensi dan Tata Kelola Bank Himbara
Penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance pada Himpunan Bank Milik Negara dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas keuangan nasional, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz pada Minggu (31/5/2026).
Direktur NEXT Indonesia Center sekaligus Pengamat Badan Usaha Milik Negara, Herry Gunawan, menjelaskan bahwa perbankan nasional selama ini berada di bawah pengawasan ketat regulator untuk menjalankan praktik bisnis yang sehat.
"Selama ini, pada umumnya perbankan kita termasuk bank Himbara, sudah menerapkan GCG dengan sangat baik. Apalagi mereka dikontrol ketat oleh BI dan OJK," kata Herry Gunawan, Pengamat BUMN.
Kualitas pengelolaan komoditas keuangan ini juga diperkuat oleh adopsi standar regulasi perbankan global guna memitigasi risiko operasional secara komprehensif.
"Selain itu, bank juga sudah ikut praktik internasional, seperti Basel. Termasuk terkait dengan kredit," ujarnya.
Penerapan prinsip kehati-hatian tersebut diwujudkan melalui kewajiban alokasi dana cadangan untuk setiap penyaluran permodalan guna mengantisipasi potensi gagal bayar.
"Selain itu, setiap kredit juga ada pencadangan. Ini yang membuat semua aman selama ini, baik dari NPL maupun loan at risk," katanya.
Herry menambahkan bahwa manajemen perbankan secara mandiri telah memahami orientasi pertumbuhan bisnis mereka, sehingga dorongan eksternal untuk melakukan ekspansi dinilai tidak krusial.
"Because of that, dorongan dari pemerintah agar lebih ekspansif tidak perlu. Bank juga paham, selama ini pendapatan utamanya dari penyaluran kredit," ujarnya.
Sifat dasar dari operasional lembaga keuangan ini menuntut pertumbuhan yang selaras dengan manajemen risiko demi kelangsungan korporasi jangka panjang.
"Ibaratnya, dorong perbankan ekspansi kredit, seperti menggarami laut. Bank sangat paham," kata Herry.
Aspek paling krusial yang harus dipertahankan saat ini adalah kebebasan institusi perbankan dalam mengambil keputusan strategis tanpa adanya tekanan politik atau birokrasi.
"Jauh lebih penting, pemerintah jangan sampai intervensi dan mengganggu independensi bank Himbara. Kalau sampai intervensi, justru itu jadi awal bencana bagi bank Himbara," tegasnya.