Tantri Kotak Alami Kerugian Investasi Bodong Senilai Puluhan Miliar Rupiah
Vokalis grup band Kotak, Tantri Syalindri, mengaku menjadi korban dugaan penipuan investasi oleh teman dekatnya yang bernama Poppy Nupita hingga memicu kerugian total seluruh korban mencapai Rp10 miliar, Kamis (25/6/2026).
Aksi dugaan penggelapan dana berkedok bisnis pembelian produk ini baru disadari setelah pelaku memutus semua akses komunikasi secara sepihak sejak pekan lalu, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.
Kerugian besar tersebut diakumulasikan dari beberapa korban lain yang ikut menyetorkan modal setelah mendapatkan tawaran serupa dari terduga pelaku sejak tahun lalu.
"Kalau secara kronologi, saya diduga ditipu sama teman saya sendiri. Ini kayak dalam bentuk satu investasi yang cukup lumayan besar, korbannya juga salah satunya saya. Menurut keyakinan saya dan para korban kalau ditotal diduga… baru saya dapat update kemungkinan sampai lebih dari Rp 10 miliar," kata Tantri.
Hubungan pertemanan yang sudah terjalin erat sejak anak-anak mereka berada di bangku taman kanak-kanak menjadi alasan utama korban memercayakan modalnya kepada pelaku.
"Intinya dia teman baik saya. Kami sudah kenal dari zaman anak saya masih TK, jadi dia salah satu orang tua muridlah. Tiba-tiba muncullah ajakan investasi itu. Jadi ya yang bikin saya kecewa ya dia teman, itu saja," ungkap Tantri.
Pihak korban sebenarnya sempat berupaya menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan sebelum membawa kasus tersebut ke ranah hukum formal.
"Saya khawatir yang awalnya saya penginnya baik-baik saja karena menunggu itikad baik dari dia untuk bisa datang, ngobrol, tapi tidak saya dapatkan," sambung Tantri.
Hingga saat ini, komunikasi mendalam mengenai rincian teknis modus operandi belum bisa disampaikan secara terbuka oleh korban demi menjaga privasi pihak-pihak terkait.
"Saya masih mencari cara bagaimana caranya tanpa harus berhubungan dengan hukum dan kepolisian. Aku masih nunggu ya itikad baiknya karena basic-nya pertemanan aku juga maunya semua baik-baik saja," harap Tantri.
Berdasarkan informasi dari media sosial pribadinya, kerja sama bisnis pembelian produk ini dimulai pada 2025 dan berjalan lancar selama satu tahun pertama.
Kecurigaan baru muncul setelah nomor telepon serta akun media sosial pelaku mendadak tidak dapat dihubungi lagi pada tanggal 19 Juni 2026 pascatransaksi modal terakhir dikirimkan.
"Sampai akhirnya pada 19 Juni 2026 setelah transaksi terakhir dilakukan, nomor telepon dan akun media sosialmu tidak lagi dapat dihubungi," tulis Tantri.
Upaya pencarian langsung juga telah dilakukan oleh para korban dengan mendatangi kediaman keluarga serta orang tua terduga pelaku, namun keberadaan yang bersangkutan masih belum ditemukan.