Tantri Kotak Menjadi Korban Dugaan Penipuan Investasi Miliaran Rupiah

Share

Penyanyi Tantri Syalindri atau Tantri 'Kotak' menjadi korban dugaan penipuan bermodus modal pembelian produk oleh rekan bisnisnya hingga mengalami kerugian besar yang ditaksir mencapai miliaran rupiah, dilansir dari HaiBunda pada Senin (29/6/2026).

Kerja sama yang berawal dari hubungan pertemanan sesama wali murid sekolah tersebut awalnya berjalan lancar selama setahun, namun pelaku mendadak memutus komunikasi sejak 19 Juni 2026 setelah transaksi terakhir dilakukan.

Kasus ini mencuat setelah Tantri membagikan pengalaman pahitnya melalui unggahan di akun Instagram pribadi, yang kemudian mengungkap keberadaan korban-korban lain dengan estimasi total kerugian seluruh pihak mencapai Rp10 miliar.

Hubungan keduanya semula berjalan baik sebagai sesama orang tua murid yang saling mendukung sejak beberapa tahun sebelumnya.

"Hai Mih, kamu di mana? Aku mengenalmu sejak sekitar tahun 2021 karena anak-anak kita bersekolah di tempat yang sama. Selama ini aku mengenalmu sebagai teman yang baik. Kita saling membantu dan saling mendukung saat ada kesulitan," ujar Tantri.

Rekan bisnisnya tersebut kemudian menawarkan kerja sama investasi berupa penyediaan modal untuk pembelian sebuah produk pada tahun berikutnya.

"Di tahun 2025, kamu menawarkan sebuah kerja sama yang kamu jalankan. Bisnis ini berupa modal pembelian produk. Awalnya aku ragu karena khawatir urusan bisnis akan memengaruhi pertemanan," tutur Tantri.

Investasi tersebut berjalan tanpa kendala selama satu tahun hingga pelaku memutus akses komunikasi secara sepihak.

"Kurang lebih satu tahun semuanya terlihat baik-baik saja. Sampai akhirnya pada 19 Juni 2026, setelah transaksi terakhir dilakukan, nomor telepon dan akun media sosialmu tidak lagi dapat dihubungi," ujar Tantri.

Vokalis band Kotak ini sempat mendatangi tempat tinggal serta orang tua pelaku, tetapi dirinya belum mendapatkan penyelesaian materi maupun penjelasan.

"Aku berharap kamu datang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dan memberikan kejelasan kepada orang-orang yang selama ini menaruh kepercayaan dengan mati-matian sama kamu," tutur Tantri.

Penyelidikan mandiri yang dilakukan Tantri bersama korban lain mengungkap bahwa aksi dugaan penipuan ini telah memakan banyak korban, termasuk dari lingkaran dalam pelaku sendiri.

"Ternyata, banyak sekali orang-orang yang sudah dirugikan sejak lama. Ini baru beberapa. Ternyata salah satu orang yang dirugikan adalah keluarga sendiri," ungkap Tantri.

Para korban kini membentuk komunikasi intensif guna mengumpulkan informasi dan melakukan verifikasi atas total kerugian yang ditimbulkan oleh pelaku.

"Menurut informasi yang saya peroleh, saya menduga orang yang dirugikan tidak hanya saya karena itu kami semua intens komunikasi. Total kerugian yang diklaim para pihak tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar, yang tentunya masih memerlukan verifikasi lebih lanjut," tutur Tantri.

Musibah ini dijadikan sebagai evaluasi pribadi agar dirinya bisa memetik hikmah positif di masa depan.

"Sesuatu yang mungkin tidak baik dalam kehidupan saya, semoga enggak berhenti menjadi luka semata, tapi bisa dijadikan pembelajaran bagi banyak orang," ungkap Tantri.

Ia berserah diri mengenai nafkah keluarga dan berharap agar segala pendapatan yang diperoleh secara legal mendatangkan kebaikan.

"Semoga apa pun yang kita peroleh dari kerja keras dan usaha yang halal, Allah limpahkan menjadi rezeki yang berkah, cukup untuk keluarga, menenangkan hati, dan membawa kebaikan dalam hidup," tutur Tantri.

Ia mengimbau publik untuk meningkatkan kewaspadaan dalam berbisnis agar tidak terjebak rayuan keuntungan yang tidak realistis.

"Dan semoga kejadian ini menjadi pengingat untuk kita semua agar lebih berhati-hati, lebih bijak dalam mengambil keputusan, serta enggak mudah tergiur oleh sesuatu yang terdengar terlalu indah untuk menjadi kenyataan," ungkap Tantri.

Tantri menegaskan harapannya agar keterbukaan mengenai kasus ini bisa meminimalkan munculnya korban-korban baru dengan modus serupa di masyarakat.

"Jika ada satu hal baik yang bisa lahir dari pengalaman ini, semoga itu adalah pelajaran yang menyelamatkan orang lain agar tidak mengalami hal yang sama. Semoga menjadi pelajaran untuk banyak orang," pungkas Tantri.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author