Kawasan Tanah Merah Depok Pernah Jadi Lokasi Pembunuhan Tukang Ojek
Lahan kosong di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, mencatatkan riwayat kriminalitas kelam setelah penemuan jasad Kunaefi (51) yang diduga korban mutilasi pada Rabu, 5 Agustus 2026. Area yang kini dipasangi garis polisi tersebut rupanya bukan pertama kali menjadi titik pembuangan korban pembunuhan. Pengurus warga setempat mengonfirmasi bahwa kasus kejahatan berat di lokasi tersebut pernah terjadi beberapa dekade lalu.
Sebelum insiden pembungkusan potongan tubuh manusia baru-baru ini, warga pernah dihebohkan oleh insiden tragis yang menimpa seorang pengemudi transportasi umum. Ketua RT 02 RW 17 Pancoran Mas, Waluyo, menjelaskan bahwa area pemukiman Tanah Merah dahulu merupakan tempat ditemukannya jasad korban kejahatan sekitar tahun 1990-an. Korban pada masa itu teridentifikasi sebagai seorang tukang ojek.
"Itu beberapa tahun yang lalu ya? Bukan sekarang. Tahun.. lama sudah.
Dulu mah tukang ojek. Saya lupa tahunnya, kalau enggak salah antara 1999, di bawah tahun 2000," ujar Waluyo saat ditemui di lokasi, Rabu (5/8/2026).
Peristiwa masa lalu tersebut dipastikan berbeda karakter tindak pidananya dibanding penemuan jasad Kunaefi. Waluyo menyebutkan bahwa pengemudi ojek tersebut menjadi korban aksi pembegalan.
"Bukan (mutilasi). Dia hanya motornya yang diambil," kata dia.
Perubahan kondisi fisik kawasan Tanah Merah turut memengaruhi pemantauan keamanan warga di area tersebut. Lokasi tersebut dahulu dikelilingi vegetasi rapat dan pepohonan rimbun sebelum berubah menjadi lahan terbuka berumput liar. Aktivitas masyarakat setempat tetap berjalan normal meskipun lahan tersebut memiliki catatan masa lalu terkait tindak pidana fatal. Warga lokal sering memanfaatkan area terbuka itu untuk kegiatan olahraga pagi serta tempat bermain layang-layang saat sore hari.
Kebiasaan sebagian warga yang kerap membuang sampah di pinggir lahan dekat jalan raya membuat keberadaan tumpukan mencurigakan menjadi luput dari perhatian. Hal itu menyebabkan penumpukan karung berisi potongan tubuh tidak langsung disadari oleh warga sekitar.
"Kan tiap sore ramai.
Enggak ada yang curiga orang, enggak ada yang ngeh aja. Tiap sore ramai untuk main layangan, setiap jam-jam habis ashar tuh ramai," ungkapnya.
Suasana di sekitar titik kejadian perkara penemuan jasad korban mutilasi kini terpantau lengang. Sejumlah pengguna jalan yang melintas hanya sesekali memperlambat laju kendaraan untuk memantau garis polisi yang terpasang di lokasi kejadian.