Taktik Mauricio Pochettino Bawa Timnas AS Bungkam Paraguay
Gaya permainan menekan dan menyerang yang diterapkan pelatih Mauricio Pochettino sukses membawa tim nasional Amerika Serikat meraih kemenangan besar 4-1 atas Paraguay dalam laga pembuka Grup D Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Dominasi total tuan rumah di paruh pertama ditunjukkan lewat catatan penguasaan bola yang mencapai 71 persen, sebelum akhirnya Gio Reyna memastikan poin penuh lewat gol penutup di masa injury time.
Keberhasilan ini menjadi momen pertama sejak tahun 1930 bagi tim berjuluk The Stars and Stripes tersebut untuk memenangkan pertandingan Piala Dunia dengan selisih tiga gol.
Mantan penjaga gawang timnas AS, Tony Meola, menilai pencapaian ini membuktikan perkembangan signifikan yang dialami tim sejak berada di bawah arahan eks manajer Tottenham Hotspur tersebut selama 20 bulan terakhir.
"Now we are so much more established," ujar Tony Meola, mantan penjaga gawang timnas AS.
Meola menambahkan bahwa infrastruktur sepak bola Amerika Serikat kini telah berkembang pesat dibandingkan era saat dirinya masih bermain di Piala Dunia 1990, 1994, dan 2002.
"We have players playing all round the world, we have an incredible league and have facilities the world is using right now. Those were a pipe dream a few years ago, now we are a football nation," kata Tony Meola, pundit sepak bola.
Pujian terhadap performa impresif tuan rumah juga datang dari mantan penyerang timnas wanita Inggris, Ellen White, dalam program BBC Match of the Day.
"USA were unbelievable," kata Ellen White, mantan pemain timnas Inggris.
White menyoroti mentalitas para pemain AS yang dinilai mampu mengatasi tekanan besar sebagai salah satu negara penyelenggara turnamen.
"You talk about pressure but they grasped at it, they enjoyed it. They probably shocked the world with that performance," ujar Ellen White, pengamat sepak bola.
Meskipun performa anak asuhnya mendapat banyak pujian, Mauricio Pochettino menegaskan bahwa timnya baru memulai langkah awal dan harus terus membangun rasa percaya diri demi mewujudkan target menjadi juara.
"Why not us?" kata Mauricio Pochettino, pelatih timnas AS.
Mantan bek Wales, Ashley Williams, turut mengomentari penunjukan Pochettino yang dinilai selaras dengan ambisi besar federasi untuk melangkah jauh di edisi kali ini setelah kegagalan di turnamen-turnamen sebelumnya.
"The United States brought in Pochettino with this tournament in mind after failing to deliver in past World Cups," kata Ashley Williams, mantan bek Wales.
Williams meyakini bahwa dengan kedalaman skuad yang diisi oleh 17 pemain dari lima liga top Eropa, tuan rumah memiliki peluang besar untuk menjuarai babak grup.
"They have also got a set of players you expect to go far in this tournament, so the expectation will be massive." ujar Ashley Williams, pundit BBC.
Ia menambahkan bahwa kombinasi taktik Pochettino dan kesiapan sebelas pemain utama di atas lapangan akan menjadi kunci keberhasilan AS.
"If things click with Pochettino and with a strong starting 11, I think United States can go far in this tournament on home soil. They will be looking at this group and thinking they should top it." kata Ashley Williams, pengamat sepak bola.
Di balik kemenangan besar tersebut, lini serang AS sempat mengalami penurunan daya gedor setelah Christian Pulisic digantikan saat jeda babak pertama akibat mengalami masalah pada betisnya.
"I hope it is not a big issue but when we finished the first half he could not work," kata Mauricio Pochettino, manajer timnas AS.
Pochettino menjelaskan bahwa keputusan menarik keluar sang kapten merupakan langkah pencegahan cedera yang lebih parah agar siap diturunkan pada laga berikutnya.
"Hopefully not a big issue. Now I think is better and hopefully for the next game he will" ujar Mauricio Pochettino, pelatih asal Argentina tersebut.
Tim nasional Amerika Serikat kini bersiap melanjutkan perjuangan mereka di babak penyisihan Grup D dengan menghadapi dua lawan tersisa, yakni Turki dan Australia.