Tajikistan Mengalahkan India dalam Pertandingan Persahabatan FIFA

Share

Tim nasional sepak bola Tajikistan sukses menundukkan India dalam pertandingan persahabatan internasional FIFA yang digelar di Dushanbe. Laga uji coba ini menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk mematangkan organisasi permainan menjelang putaran final Piala Asia pada Januari 2027 setelah dipastikan gagal melaju ke kualifikasi Piala Dunia 2026.

Dilansir dari BBC melalui Bisnisia, pertandingan menyajikan pertukaran taktik ketat yang diwarnai sejumlah pergantian pemain pada babak kedua. Tajikistan menarik keluar S. Samiev pada menit ke-62 dan A. Dzhalilov pada menit ke-75 untuk menjaga kontrol permainan, sementara India menyegarkan pertahanan dengan mengganti B. Varghese dan S. Jhingan pada menit ke-81.

Laga keras tersebut juga membuahkan kartu kuning untuk dua pemain India, yakni E. Lalrindika pada menit ke-25 dan Vikram Partap Singh di menit ke-61. Hasil ini memperkuat keunggulan historis lini serang Tajikistan yang tercatat memenangkan tiga dari enam pertemuan terakhir melawan skuad berjuluk The Blue Tigers tersebut.

Kemenangan ini sekaligus menandai debut manis bagi pelatih kepala baru Tajikistan, Igor Angelovski, yang masuk menggantikan posisi Goran Stevanovic demi mendongkrak performa tim. Sebelum pertandingan, kekuatan lini tengah Tajikistan juga bertambah seiring pulihnya gelandang asing asal klub Indonesia PSIM Yogyakarta, Rahmatsho Rahmatzoda, dari cedera serius.

"Saya siap sedia untuk tim nasional dan kami sedang mempersiapkan diri untuk pertandingan persahabatan," ujar Rahmatsho melansir ANTARA.

Pemain muda kelahiran 6 April 2004 tersebut mengaku sangat termotivasi untuk memberikan kontribusi maksimal sebelum memasuki masa jeda kompetisi antarmusim.

"Musim ini memang berat, tapi di sisi lain juga membuahkan hasil," kata Rahmatsho.

Gelanggang yang baru merumput selama satu musim di kompetisi sepak bola Indonesia itu juga mengungkapkan rencana pribadinya setelah agenda tim nasional selesai dilaksanakan.

"Saya ingin menutup musim ini, lalu bersantai, dan menghabiskan waktu bersama keluarga saya," pungkas Rahmatsho.

Dilansir dari situs resmi PSIM pada Selasa (2/6/2026), pemain yang sempat absen dalam beberapa laga bersama klubnya itu merasa bersyukur karena proses pemulihan cederanya berjalan lancar.

"Merupakan suatu kehormatan besar bagi saya untuk selalu dipanggil ke tim nasional. Ya, saat ini saya siap sedia untuk tim nasional dan kami sedang mempersiapkan diri untuk pertandingan persahabatan," ungkap Rahmatsho.

Pemain bernomor punggung tersebut juga berharap tim nasional bisa memetik hasil maksimal dari seluruh rangkaian laga persiapan ini.

"Kami memiliki Kejuaraan Asia di depan dan kami semua sedang mempersiapkan diri untuk turnamen ini. Kami memiliki staf pelatih baru di tim nasional, semua latihan dan persiapan berjalan sangat baik," lanjut Rahmatsho.

Ia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah mempersembahkan performa terbaik di lapangan hijau sebelum mengambil waktu istirahat liburan.

"Saat ini, saya hanya ingin memenangkan pertandingan persahabatan ini, menampilkan permainan yang bagus. Saya ingin menutup musim ini, lalu bersantai, dan menghabiskan waktu bersama keluarga saya," pungkas Rahmatsho.

Setelah melakoni laga internasional yang melelahkan, ia berencana langsung berkumpul bersama keluarga besarnya.

"Musim (BRI Super League 2025/26) ini memang berat, tapi di sisi lain juga membuahkan hasil. Setelah pertandingan bersama tim nasional, saya akan beristirahat sejenak dan mungkin berlibur," tutur Rahmatsho.

Rahmatsho menyatakan kondisi fisiknya kini sudah kembali bugar sepenuhnya setelah melewati masa-masa sulit akibat cedera.

"Ya, saya sudah merasa baik-baik saja dan cedera itu ternyata lebih serius daripada yang saya duga pada awalnya. Namun, Alhamdulillah semuanya sudah berlalu dan sekarang sudah baik-baik saja," papar Rahmatsho.

Dirinya memastikan kesiapannya untuk kembali merumput dan memberikan kemampuan terbaik bagi negara.

"Seperti yang Anda tahu, saya sedikit absen dari pertandingan karena cedera, tapi sekarang saya kembali dan sudah pulih," ujar Rahmatsho.

Di kubu berseberangan, kekalahan ini memperpanjang tren negatif India di bawah asuhan pelatih kepala Khalid Jamil setelah sebelumnya tumbang dari Jamaika dan Zimbabwe di London. Persiapan India sempat terganggu konflik internal akibat penolakan klub Mohun Bagan Super Giant untuk melepas tujuh pemain, ditambah cedera yang dialami Ryan Williams.

Sebelum rombongan tim berangkat menuju lokasi pertandingan, arsitek strategi India sempat menegaskan urgensi pemanfaatan kalender internasional demi membenahi performa tim.

"We need to utilise every available FIFA international window to prepare for the tournaments we have up ahead," kata Khalid Jamil, Kepala Pelatih Timnas India.

Kedua tim nasional kini dijadwalkan kembali melakukan evaluasi mendalam untuk memperbaiki organisasi permainan sebelum turnamen resmi dimulai.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author