Thomas Tuchel Bela Strategi Bertahan Inggris Usai Takluk dari Argentina

Share

Manajer tim nasional Inggris Thomas Tuchel membela keputusan taktisnya setelah timnya gagal mempertahankan keunggulan dan kalah 1-2 dari Argentina dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium pada Rabu, 15 Juli 2026.

Kekalahan dramatis ini menggagalkan ambisi The Three Lions untuk melaju ke partai final Piala Dunia pertama mereka sejak tahun 1966.

Inggris sempat memimpin lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55, namun Argentina membalikkan keadaan melalui gol Enzo Fernandez di menit ke-85 dan sundulan Lautaro Martinez pada masa tambahan waktu babak kedua.

Keputusan taktis Tuchel yang menarik keluar beberapa pemain kunci dan menerapkan formasi lima bek di sisa waktu pertandingan menuai sorotan tajam.

Data dari Opta menunjukkan bahwa setelah gol pembuka Inggris, Argentina mendominasi penguasaan bola hingga 88 persen akibat taktik bertahan total yang diterapkan skuad Tuchel.

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Tuchel menjelaskan alasannya mengubah formasi tim menjadi lebih defensif demi menghalau gempuran umpan silang Argentina.

"They won every header. They kept crossing and crossing. So we went to a back five to close the gaps inside and be stronger in the air," ujar Thomas Tuchel, Manajer Inggris.

Tuchel juga mengakui bahwa keputusannya menumpuk pemain di area pertahanan diambil karena timnya terus ditekan tanpa henti pasca mencetak gol pertama.

"Straight after our goal, with no substitutions, we just conceded way too many crosses and way too many chances. So we tried to help," kata Thomas Tuchel, Manajer Inggris.

Sang manajer menegaskan bahwa ia bertanggung jawab penuh atas hasil negatif yang diderita oleh tim asuhannya tersebut.

"But of course the responsibility is on the coach. And … if it doesn’t go well, it’s easy to say that it was wrong," sambung Thomas Tuchel, Manajer Inggris.

Sementara itu, kapten tim nasional Inggris Harry Kane mengungkapkan kekecewaannya karena memberikan ruang yang terlalu besar bagi para pemain Argentina di akhir laga.

"It’s disappointing to give up the space that we did in those final 20 minutes," kata Harry Kane, Kapten Inggris.

Kane menambahkan bahwa kelonggaran tersebut membuat lini serang lawan, terutama Lionel Messi, menjadi lebih percaya diri untuk mengirimkan umpan-umpan berbahaya ke kotak penalti.

"It allowed not just (Messi), but the other players to grow into the game and feel more confident and ping balls into dangerous areas. In the end, it was too much for us to stop," tambah Harry Kane, Kapten Inggris.

Penyerang Argentina Lautaro Martinez menilai bahwa strategi bertahan total yang diterapkan oleh skuad Inggris justru menjadi bumerang karena membuat fisik para pemain lawan terkuras habis.

"They got tired," kata Lautaro Martinez, Penyerang Argentina.

Martinez juga menyebut keputusan Inggris untuk langsung bermain pasif setelah mencetak gol memberikan ruang bagi Argentina untuk mendikte jalannya laga.

"They pressed for 60 minutes and then just ran out of steam. They got their goal and then sat back. That gave us more composure to move the ball around and stretch the pitch," jelas Lautaro Martinez, Penyerang Argentina.

Bek jangkung Inggris Dan Burn yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-82 turut mengakui bahwa lini belakang mereka bermain terlalu mundur ke dalam kotak penalti sendiri.

"Off the ball, we defended probably a little bit too deep," kata Dan Burn, Bek Inggris.

Burn menyayangkan kegagalan timnya mengamankan tiket final padahal laga hanya menyisakan waktu sekitar belasan menit sebelum peluit panjang berbunyi.

"With the quality of chances that Argentina were creating, I felt like it was a matter of time. … To be 10 to 15 minutes away from the World Cup final — we really probably should have seen that through," tutur Dan Burn, Bek Inggris.

Akibat hasil ini, Argentina dipastikan melaju ke babak final untuk menghadapi Spanyol pada Minggu, 19 Juli 2026 di New York/New Jersey Stadium, sementara Inggris akan memperebutkan tempat ketiga melawan Prancis sehari sebelumnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author